Kamis , 19 September 2019
Home / Berita utama / Gubernur: Bukan Apa-apa Tanpa Awak Media

Gubernur: Bukan Apa-apa Tanpa Awak Media

PELANTIKAN: Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari melantik pengurus PWI Peduli Bengkulu dan PWI Kabupaten Kaur di Gedung Balai Raya Semarak, Kamis malam (12/9). (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meresmikan lembaga yang diberi nama PWI Peduli di Provinsi Bengkulu. Lembaga ini diluncurkan sebagai bentuk kepedulian wartawan kepada masyarakat selain dalam bentuk tulisan. Selain itu, dengan perkembangan zaman saat ini para insan pers dan media harus dapat bertransformasi. Tentunya transformasi ini dibutuhkan untuk dapat menarik minat baca para kaum millenial.

Selain pelantikan pengurus PWI Peduli, tadi malam juga dilakukan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Kaur di Gedung Balai Raya Semarak. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari disaksikan Gubernur Bengkulu, H. Rohidin Mersyah MMA.

Gubernur Rohidin mengaku dengan pembentukan PWI Peduli membuat ia sangat tersentak karena memiliki makna Peduli yang tidak bisa digantikan dengan apapun yang namanya kepedulian. Ia sangat menginginkan untuk memposisikan insan pers jangan hanya sebatas mengkritisi pemerintah dan hanya dicap sebagai mitra pemerintah. Hal itu dikarenakan media merupakan ladang bisnis yang menjanjikan.

Dengan ladang bisnis tersebut dapat membuat penyerapan tenaga kerja yang banyak serta dapat berkontribusi dengan kemajuan ekonomi daerah. Selain itu, wartawan juga harus berkompeten yang mana sudah dibuktikan dengan hasil dari Uji Kompetensi Wartawan(UKW). Selain itu, bagaimana wartawan dapat dikatakan kompeten adalah wartawan yang kritis. Itu karena kritis tidak akan bisa jika tidak memiliki kemampuan dan wawasan yang mempuni. Selain itu, media harus bertransformasi karena saat ini sudah memasuki zaman millenial dan era 4.0. Media harus dapat menarik pembaca dari kaum millenial dengan pemberitaan yang memiliki bacaan ringan, simpel, up to date dan tentunya harus mudah dicerna tapi datanya valid. Ia juga meminta agar para pejabat yang ada di Provinsi Bengkulu untuk tidak takut atau alergi dengan wartawan karena media itu sangay dibutuhkan.

“Jangan takut dengan wartawan, itu salah. Wartawan itu dibutuhkan dan ditemani bukan ditakuti. Kita tidak akan ada apa-apanya jika tidak ada para awak media. Saya justru butuh dengan teman-teman sekalian,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan pengurus PWI Peduli baru dibentuk masa sekarang. Awal pembentukannya berdasarkan ada pengalaman yang pahit pada bencana yang terjadi di Indonesia. Lembaga ini diluncurkan sebagai bentuk kepedulian wartawan kepada masyarakat selain dalam bentuk tulisan. Selama ini PWI dalam membantu anggota atau masyarakat melalui program-program sosial selalu spontan. Untuk itu melalui PWI Peduli ini program-program sosial lebih dapat terstruktur dan terencana sehingga dapat dirasakan manfaatnya lebih luas lagi kepada masyarakat. Jangan cuman mengkritik olahraga, namun harus juga mencobanya. HPN nanti kami akan mengundang Gubernur Bengkulu untuk datang ke Kalimantan Selatan.

“PWI Peduli ini diluncurkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, jadi kita memiliki program peduli masyarakat yang terstruktur dan terencana,”tutupnya.

Ditambahkan, Ketua PWI Bengkulu, Zacky Antony mengatakan bahwa selama ini sudah ada tiga agenda nasional yang melibatkan PWI yang diadakan di Provinsi Bengkulu. Saat ini PWI Bengkulu semakin membaik setiap tahunnya. Nantinya juga pihaknya akan mengusahakan agar Provinsi Bengkulu menjadi Pekan Olahraga Wartawan Nasional(Perwarnas). Ia berharap semoga Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah nantinya pada penyelenggaraan selanjutnya walaupun harus bersaing dengan Jawa Timur dan Kalimantan yang sudah mengajukan untuk menjadi tuan rumah lebih dahulu. Tentunya bukan sekedar pengajuan saja namun hal ini didasari karena PWI Bengkulu memiliki kompetensi untuk hal tersebut. Ia berharap agar pembentukan PWI Peduli baik Provinsi dan Kabupaten/kota serta PWI kabupaten/kota dapat bersinergi dengan pemerintah demi kemajauan daerah. Selain itu, PWI juga harus peduli terhadap masyarakat selain dalam bentuk tulisan dan berita saja.

“Semoga kepengurusan ini dapat bersinergi dengan baik dengan pemerintah, kita juga mengusahakan agar agenda nasional diadakan kembali di Provinsi Bengkulu walaupun harus bersaing dengan provinsi lainnya,”ujarnya.(cup)

Berita Lainnya

Transformasi Perpustakaan Stakeholder Meeting

BENGKULU- Membangun kesadaran pentingnya perpustakaan, Rabu (18/9) digelar Stakeholder Meeting Provinsi Bengkulu. Acara yang berlangsung hingga Kamis ...

error: Content is protected !!