Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Pemerintah Daerah Kabupaten Harus Tanggung Jawab

Pemerintah Daerah Kabupaten Harus Tanggung Jawab

SERAHKAN : Bupati Hijazi dan Ketua Sementara DPRD Rejang Lebong Wahono menyerahkan santunan dan bantuan kepada keluarga korban tertimpa pohon tumbang.(foto: Wanda/rb)

CURUP – Kejadian musibah tumbangnya pohon di kawasan Jalan S. Sukowati atau di jalur komplek perkantoran Pemkab Rejang Lebong (RL) Rabu (11/9) siang, cukup menarik perhatian banyak pihak. Terlebih dari kejadian tersebut, ada 4 korban dan dua diantaranya meninggal dunia di RSUD Curup.

Adapun korban yang terkena robohan pohon, masing-masing Salfa Salsabila mengalami luka dibagian kaki dan Safitri mengalami luka dibagian kepala yang hingga kemarin masih menjalani rawat Inap di RSUD Curup. Sedangkan dua korban meninggal dunia atas nama Erna dan Rosita yang sudah dimakamkan keluarganya.

Salah satu yang ikut menanggapi soal robohnya pohon besar tersebut, yaitu Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu Dede Frastien. Menurutnya Pengelolaan dan Pengawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten RL berdasarkan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Apalagi memang pohon yang tumbang tersebut dinilai bagian dari RTH seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten RL Nomor 8 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten RL.

‘’Berdasarkan dua aturan tersebut, tanggung jawab terhadap Pengelolaan, Pengawasan dan Pengendalian terhadap RTH jelas merupakan kewenangan Pemkab Rejang Lebong melalui instansi teknis yang ada di bawahnya. Dengan kejadian ini, dapat duga terjadi juga indikasi tindak pidana kelalaian seperti yang tertuang di dalam Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Pidana,’’ ungkap Dede.

Dimana dalam pasal tersebut, terang Dede, jelas disebutkan ‘barang siapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun’. Jika memang benar ada kelalaian atau kealpaan atas tumbangnya pohon tersebt dan menyebabkan kematian, makany keluarga korban bisa saja menuntut pemerintah baik secara pidana maupun perdata. ‘’Jadi keluarga korban dengan kejadian ini, bisa menuntut pemerintah baik secara pidan maupun perdata. Dan intinya pemkab Rejang Lebong harus beranggungjawab penuh mengenai kejadian tersebut,’’ tegas Dede.

Disisi lain, kamis Pemkab RL dan DPRD Kabupaten RL dikomandoi Bupati RL Dr. H. Ahmad Hijazi, SH. M.Si serta Ketua Sementara DPRD Kabupaten RL H. Wahono, SP melakukan kunjungan ke rumah duka korban meninggal dunia. Serta mengunjungi korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Curup.

Selain memberikan motivasi dan menyampaikan rasa belasungkawa serta duka yang mendalam, Bupati Hijazi dan Ketua Dewan Wahono beserta rombongan jajaran mereka, sekaligus menyerahkan berbagai bantuan dan santunan. Baik dari Pemkab, DPRD RL, Baznas RL dan bantuan dari intansi lainnya.

‘’Kita (Pemkab dan DPRD, red) sebenarnya sudah berencana untuk melakukan peremajaan, hanya saja sebelum terealisasi, sudah terjadi bencana. Kita berharap masyarakat jangan salah menanggapi dan menganggap kita (pemerintah, red) tidak memperhatikan ini. Karena kita tidak tahu kapan datang musibah, kapan datang rezeki, kapan datang maut dan jodoh, hanya Allah yang tahu,’’ ungkap Bupati Hijazi.

Sekali lagi, Bupati Hijazi menyampaikan, jangan ada anggapan dari masyarakat bahwa pemerintah tidak ada perhatian. Karena sejak beberapa bulan belakangan, bahkan satu minggu belakangan dirinya sudah mengingatkan OPD teknis untuk melakukan langkah pembersihan dan peremajaan, namun ternyata musibah datang lebih dulu.

‘’DPRD sudah sejak dua bulan lalu dan saya bahkan minggu lalu sudah mengingatkan, namun belum terealisasi dan musibah sampai. Tapi secepatnya kita akan turun untuk melakukan pengecekan pohon yang memang sudah harus diremajakan untuk segera dibersihkan,’’ imbuh Bupati Hijazi.

Ditambahkan Ketua Sementara DPRD RL Wahono, untuk meringankan beban keluarga korban Almarhumah Erna, anak nomor 2 yang akan diwisuda dalam waktu dekat, rencananya akan menjadi tenaga honorer di Pemda RL. Sedangkan untuk adiknya yang masih kuliah semester 5 di IAIN Curup akan diberikan beasiswa dari Baznas/Pemda. ‘’Kedua anak dari almarhummah akan kita berdayakan dan berikan bantuan,’’ singkat Wahono.

Sementara itu, suami korban Erna, Misro yang sempat diwawancarai mengaku sangat berterimakasih atas bantuan dan kunjungan belasungkawa Pemkab serta DPRD RL. ‘’Apalagi tadi anak saya dijanjikan akan dibantu untuk bisa bekerja Pemkab Rejang Lebong dan anak saya satunya lagi diberikan beasiswa. Dan ini benar-benar sangat membantu keluarga kami,’’ ucap Misro.(dtk)

Berita Lainnya

Tersangka Kasus Bunuh Teman, Jadi Tahanan Jaksa

BERMANI ULU – Penyidik Polsek Bermani Ulu (BU) Polres Rejang Lebong (RL) sudah menuntaskan Berkas ...

error: Content is protected !!