Jumat , 20 September 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Ribuan Hektare Lahan Bakal Diambil Negara

Ribuan Hektare Lahan Bakal Diambil Negara

TIM: Tim Tora dibentuk di Kabupaten Benteng dan akan mendata lahan HGU yang terlantar.(foto: Fintah/rb)

BENTENG – Ribuan hektare lahan di Kabupaten Bengkulu Tengah bakal diambil alih oleh Negara. Kadis Kominfo Benteng, Budiman Efdy W, SE, S.IP, M.Si menjelaskan, ribuan lahan itu masuk dalam hak guna usaha (HGU) beberapa perusahaan.  Peninjauan ulang HGU di Kabupaten Benteng ini juga seiring dengan terbentuknya tim Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Yang didalamnya terdiri dari Pemkab Benteng dan juga pihak ATR/BPN. Tim ini akan bekerja untuk mendata dan meninjau HGU yang tidak tergarap maksimal atau terlantar. Serta HGU yang habis masa berlakunya. “Untuk saat ini, sudah ada tiga lahan HGU yang masuk Tora,” terangnya.

Lahan tersebut adalah Lahan HGU PT Bumi Rafflesia Indah (BRI) seluas 397 hektare yang akan habis masa berlakunya per 31 Desember 2019 ini. Kemudian lahan Taman Hutan Raya (Tahura) dengan luas 1.200 hektare saat ini hanya bisa dikelola 155 hektare. Untuk sisa sekitar 800 hektare lebih akan diambil kembali dari para penggarap lahan yang tidak memiliki hak untuk menggarapnya. Kemudian lahan di PT Bumi Sawit Jaya (BSJ) yang tercacat dalam HGU seluas 3 ribu hektare di kawasan dekat Perkantoran Renah Semanek, juga akan ditinjau. Lahan tersebut akan diukur ulang untuk memastikan luasan lahan yang belum tergarap oleh masyarakat.

Nantinya, disampaikan Budi bahwa lahan yang masuk dalam tanah objek negara tersebut, tentu menjadi lahan negara. Mengenai mekanisme pengembalian tentu akan mendahulukan kepentingan masyarakat. Seperti contohnya lahan Eks HGU PT BRI nantinya akan dibangun pusat pendidikan Kampus II Universitas Bengkulu (Unib) dan Sport Center berskala Internasional. Pembangunan lahan tersebut juga bukan hanya menjadi milik Pemkab Benteng, namun juga akan dilakukan oleh Pemprov Bengkulu hingga Kementerian Pendidikan melalui Unib.

Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Benteng, Ir. Hazairin Masrie mengatakan bahwa terbentuknya Tim TORA ini untuk menyelamatkan aset milik negara yang bisa dipergunakan untuk kepentingan umum. Rencana dari Pemkab Benteng, Unib hingga Pemprov Bengkulu merupakan rencana yang didasarkan pada penggunaan eks lahan yang dianggap terlantar. Atau kembali ke negara nantinya, untuk mendukung dan meningkatkan sarana fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

“Program reforma agraria merupakan program nasional untuk pengembalian lahan yang menjadi milik negara,” katanya.

Mengenai mekanisme pengembalian lahan yang sudah menjadi lahan negara nantinya, disampaikan Hazairin bahwa akan  dilakukan melalui Kementerian ATR/BPN kepada daerah atau instansi pemerintah yang akan memanfaatkannya untuk sarana mendukung pembangunan diberbagai bidang.(vla)

Berita Lainnya

177 Petugas Siaga Karhutla

BENTENG – Sebanyak 177 petugas dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng ditugaskan mengantisipasi ...

error: Content is protected !!