Kamis , 19 September 2019
Home / Metropolis / Siaga Bencana, BPBD Latih Kader

Siaga Bencana, BPBD Latih Kader

PELATIHAN: Pelatihan Mitigasi Bencara digelar BPBD Kota Bengkulu Kamis (12/9). Selain dihadiri masyarakat, kegiatan itu juga dihadiri Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan.(foto: ist/rb)

BENGKULU – Untuk memberikan pemahaman dan penyadaran betapa pentingnya mitigasi bencana, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu menggelar pelatihan yang diikuti tiga kelurahan yaitu Kelurahan Beringin Raya, Kandang Mas dan Padang Serai, Kamis (12/9).

Pelatihan ini dilakukan untuk menghasilkan masyarakat yang memiliki keterampilan lebih dan bisa untuk mempercepat secara efisien dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing serta bisa menularkan ilmu kepada masyarakat lainnya dilingkungan sekitar.

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE yang hadir pada acara itu mengatakan salah satu cara bagaimana Kota Bengkulu  terhindar dari musibah dan bencana yaitu dengan memakmurkan rumah ibadah. Tentunya simulasi pencegahan ada materi khusus namun memakmurkan rumah ibadah juga sangat perlu dilakukan.

Untuk itulah Pemkot Bengkulu mengimbau dan mengajak seluruh umat beragama untuk memakmurkan rumah ibadah masing-masing. Terutama untuk pengurus rumah ibadah untuk membuka rumah ibadah selama 1×24 jam sesuai amal-amal ibadahnya.

“Mitigasi bencana ini ada teori khusus, namun salah satu cara agar terhindar dari musibah itu adalah memakmurkan rumah ibadah, saya jamin jika seluruh rumah ibadah termakmurkan maka insya Allah musibah atau bencana tidak akan terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bengkulu, Selupati mengatakan kegiatan pelatihan ini untuk menghasilkan para kader yang membantu sebagai perpanjangan tangan BPBD dalam menyampaikan mitigasi bencana kepada warga dilingkungannya. Pihaknya pun meminta agar seluruh pihak ketika ada acara dikelurahan selalu menyampaikan tentang materi bencana.

Hal itu lantaran Kota Bengkulu memiliki beberapa daerah rawan bencana seperti banjir yang hampir disetiap kecamatan. Selain itu, 18 kelurahan dari 67 kelurahan yang ada di Kota Bengkulu terdapat didaerah pesisir sehingga rawan akan bencana tsunami. Untuk itulah pemahaman bencana harus dilakukan.

Dengan begitu, tanpa menunggu informasi dari BPBD masyarakat sudah dapat melakukan evakuasi. Pihaknya pun mulai melakukan pelengkapan peralatan evakuasi dan sarana pendukung lainnya seperti rambu-rambu. Oktober nanti pihaknya akan memasang 71 petunjuk arah dan rambu jalur evakuasi didaerah rawan bencana.

“Kita harus sama-sama, bukan hanya sebatas omongan namun mari kita hindari hal hal yang mengakibatkan bencana, bencana tidak terlepas dari kelalaian dan ulah masyarakat, selain itu, masyarakat juga harus dapat melakukan evakuasi tanpa menunggu BPBD,” tutupnya.(cup)

Berita Lainnya

Tingkatkan Literasi Inklusi Keuangan, 10.000 Pelajar Aktivasi Polis Asuransi

BENGKULU– Untuk meningkatkan angka literasi keuangan di Provinsi Bengkulu, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan ...

error: Content is protected !!