Minggu , 20 Oktober 2019
Home / Borgol / Bayi Meninggal, Dosen Laporkan Oknum Dokter

Bayi Meninggal, Dosen Laporkan Oknum Dokter

LAPOR: Seorang pengacara, Ana Tasia Pase, SH, MH mendatangi Polda Bengkulu untuk melaporkan oknum dokter atas dugaan kelalaian.(foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Seorang pengacara sekaligus dosen, Ana Tasia Pase, SH, MH, Jumat (13/9) petang melaporkan seorang oknum dokter di RS Bhayangkara Kota Bengkulu berinisial, L ke Polda Bengkulu. Laporan itu terkait dengan dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain sesuai Pasal 359 KUHP.

Ditemui saat mendatangi Polda Bengkulu kemarin, Ana Tasia Pase mengungkapkan dugaan kelalaian berawal dirinya melahirkan di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu pada 13 Juli 2019 sekitar pukul 13.00 WIB lalu. Usai melahirkan itu anaknya kemudian dimasukkan ke dalam inkubator karena dari keterangan medis mengatakan jika anaknya ada kelainan pada paru-parunya.

Berselang sehari sebelumnya, tepatnya Minggu (14/7) jadwal dokter visit tidak dilaksanakan oleh terlapor yang akhirnya anak pelapor tersebut meninggal dunia. “Yang saya laporkan terkait dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP tentang kelalain yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Yang meninggal anak saya,” ujar Ana Tasia Pase.

Dijelaskannya, memang dari diagnosa medis saat dilahirkan anaknya mengalami permasalahan pada paru-paru. Kabar tersebut diketahui dari keterangan dokter kepada suami pelapor. Namun setelah itu, dirinya tidak mendapatkan penjelasan kembali dari dokter tersebut hingga akhirnya anaknya meninggal.

“Hingga minggu pagi kami menanyakan keberadaan dokter ini dimana. Sampai anak kami meninggal dokter ini tidak pernah melakukan visit dan dokter tersebut tidak pernah datang. Anak saya ditangani oleh dokter umum,” kata Ana.

Diungkapkan pula, dalam permasalahan yang dihadapi dirinya tidak pernah menyalahkan pihak rumah sakit karena sudah sesuai dengan ketentuan. Namun yang menjadi permasalahan adalah oknum dokternya.

“Saya juga sudah mendengar jawaban dari pihak rumah sakit, kalau pada waktu itu dokter beralasan dirinya sudah mendelegasikan. Namun delegasi itu seharusnya paling tidak dokter yang sama atau sederajat, atau kalau dia tahu anak saya ada kelainan paru-paru, kasihlah anak ini ke dokter paru-paru karena anak kami sudah kritis dari awal lahir,” kata Ana.

Menurutnya,  andaikan dokter datang pada waktu itu, terlepas anaknya meninggal atau tidak, dia tidak akan permasalahkan karena sudah ada upaya yang dilakukan oleh dokter tersebut.

Terkait dengan laporan tersebut, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Aminudin saat dikonfirmasi perihal tersebut mengaku dirinya belum mengetahui terkait laporan tersebut. “Saya belum tahu, nanti saya kabari,” kata Aminudin.(zie)

Berita Lainnya

Kerugian Negara Rp 92,42 Juta Dikembalikan, Polres Siapkan Gelar Perkara

BENGKULU – Dalam waktu dekat Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Bengkulu akan ...

error: Content is protected !!