Senin , 21 Oktober 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Sulit Beli Solar, Sopir Truk Datangi Dewan

Sulit Beli Solar, Sopir Truk Datangi Dewan

HEARING: Ketua Sementara DPRD Kepahiang, Windra Purnawan, SP memimpin hearing antara anggota DPRD dengan belasan sopir truk membahas penggunaan BBM jenis solar.(foto: arie/rb)

KEPAHIANG – Belasan sopir truk mendatangi gedung DPRD Kepahiang, Selasa (17/9). Kedatangan para sopir truk ini bermaksud untuk meminta dukungan dari DPRD terkait belakangan ini mereka tidak bisa lagi membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Kelobak.

Madi (38), salah satu perwakilan sopir truk mengatakan pihak SPBU belakangan tidak mau menjual solar kepada para sopir truk dengan alasan solar habis. Sementara diketahui stok solar di SPBU masih cukup banyak.

“Kedatangan kami bersama kawan-kawan di sini adalah untuk menyampaikan aspirasi karena kami tidak boleh membeli solar di SPBU Kelobak. Kami tahu kalau solar itu ada. Kami mohon dewan untuk dapat mencarikan solusi, karena minyak solar ini adalah bahan bakar utama dalam kami memenuhi kehidupan kami,” ungkap Madi di hadapan anggota dewan.

Dijelaskan Madi, jika para sopir truk dilarang membeli solar di SPBU Kelobak, maka kemana lagi ia dan teman-temannya mendapatkan BBM. Padahal untuk aktivitas pengangkutan barang material yang biasa dilakukan menggunakan truk yang diisi BBM solar.

“Berarti kami tidak bisa lagi mencari makan kalau seperti ini. Hal ini tentunya akan berdampak pada perekonomian kami dan keluarga,” keluhnya.

Sementara itu, Manajer SPBU Kelobak Alan Budi Kusuma yang juga hadir pada hearing tersebut mengatakan, bahwa pembatasan distribusi yang dilakukan oleh pihaknya sudah sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh BPH Migas. “Kalau kami inginnya solar yang kami jual ini cepat habis. Tetapi karena ada aturan ini maka kami terpaksa membatasi. Jika tidak kami batasi, maka kami yang akan dikenai sanksi oleh BPH Migas. Kami bahkan sudah sampaikan bahwa kami siap membantu para sopir truk, dengan boleh mengisi solar maksimal hanya sebanyak 60 liter per hari,” jelas Alan.

Ketua Sementara DPRD Kepahiang, Windra Purnawan, SP mengungkapkan, kondisi ini terjadi hanya miskomunikasi semata antara para sopir truk dengan pihak SPBU. Sejatinya pihak SPBU bukan tidak memperbolehkan para sopir truk mengisi BBM solar, namun saat sudah ada aturan terkait pembatasan pengisian solar dari BPH Migas kepada seluruh SPBU yang ada.

“Kita berharap baik sopir truk maupun pihak SPBU bisa saling memahami situasi saat ini. Kami selaku legislatif akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Kepahiang khususnya Dinas Perdagangan, mengenai kemungkinan penambahan kuota solar untuk SPBU Kelobak, agar kebutuhan solar para sopir truk bisa terpenuhi,” jelas Windra.(sly)

Berita Lainnya

Hasil Audit BPK, IPM Kepahiang Masih Minim

KEPAHIANG – Hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bengkulu pada beberapa ...

error: Content is protected !!