Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Kekeringan Sawah Terancam Meluas

Kekeringan Sawah Terancam Meluas

MENGERING: Kondisi sawah yang sudah ditanam padi mulai merekah akibat tidak mendapat air.(foto: peri/rb)

MUKOMUKO – Kekeringan lahan persawahan di Kabupaten Mukomuko terancam meluas. Sebab aksi rebutan air antar petani masih terus terjadi hingga Kamis (19/9). Ironisnya, lahan-lahan tersebut sudah banyak ditanami padi.

Sedikitnya ada 10 hektare sawah yang sudah ditanami padi, kodnisinya mulai kering dan tanahnya mulai mereka. Hal ini diungkapkan Kepala UPTD Pengairan Dinas PUPR Mukomuko, Bustari, ST, M.Si.

“Ini disebabkan faktor debit air Bendungan Manjunto makin berkurang. Kami sudah turun ke lapangan mengecek persawahan petani di wilayah Dusun Baru Pelokan Kecamatan XIV Koto,” ujar Bustari.

Menurut Bustari, UPTD sudah berusaha untuk memasukan air areal persawahan itu. Tetapi sebelum sampai ke area itu, laju air sudah dihadang oleh oknum petani yang berada  di atas lokasi tersebut. “Petani masih saling rebutan untuk mengairi persawahan masing-masing,” jelas Bustari.

Dicontohkan, ketika petugas mengaliri  air ke wilayah persawahan Dusun Baru  Pelokan, petani yang ada di atasnya seperti di Desa Lubuk Sanai komplain. Demikian juga dengan lokasi-lokasi lainnya.

“Bahkan air yang baru didistribusikan baru beberapa menit, pintu air langsung ditutup dan dialihkan kembali ke area  persawahan lainnya,” papar Bustari.

Bahkan dalam pemanfaatan air, ditemukan di lapangan masih banyak petani sengaja  buka  sendiri pintu air. Mereka belum sepenuhnya menyerahkan pengaturan air, kepada petugas yang berwenang. “Mengatur pintu air adalah kewenangan dari petugas kami,” tegasnya.

Untuk mencari solusi bersama  supaya tidak terjadi lagi konflik hari ini (Jumat) akan digelar rapat bersama yang melibatkan para petani pengguna air beserta pihak  terkait lainnya. Agar nanti dalam  pendistribusian air Bendungan Manjuto ke Irigasi  Manjuto Kiri maupun Irigasi Manjuto Kanan terawasi dengan baik. Sehingga seluruh sawah  dapat teraliri air meskipun tidak maksimal.

‘’Inilah nanti solusinya, dilakukan secara bergilir. Sehingga persawahan petani dapat teraliri air meskipun tidak maksimal. Juga dalam pengaturannya diserahkan sepenuhnya pada petugas,” pungkas Bustari.(hue)

Berita Lainnya

Pengucuran Bansos Tanpa Dana Pedamping

MUKOMUKO – Bantuan sosial (Bansos) yang dikucurkan untuk Mukomuko terancam minim pembinaan, pengawasan, dan monitoring. ...

error: Content is protected !!