Jumat , 13 Desember 2019
Home / Metropolis / Pemerintah Provinsi Gelar Shalat Istisqa

Pemerintah Provinsi Gelar Shalat Istisqa

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Musim kemarau menyebabkan kekeringan dan titik panas di wilayah Bengkulu bertambah. Terkait hal ini, Pemprov Bengkulu bakal menggelar shalat Istisqa dan doa bersama untuk meminta hujan. Seperti disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah.

“Kita rapat hari ini (kemarin, red) dengan pengurus masjid raya Baitul Izah, nanti apa yang harus kita lakukan mungkin shalat minta hujan, dan yang kedua mungkin juga ada zikir dan doa bersama,” ujar Rohidin.

Shalat minta hujan dan zikir serta doa bersama ini, terang Rohidin, akan dilakukan segera mungkin. Biro Kesra dan Pemerintah bersama Asisten 1 Pemerintahan Setdaprov Bengkulu masih akan membahas waktu dan tempat pelaksanaan serta persiapan yang dibutuhkan lainnya. Dengan adanya shalat minta hujan ini dan doa bersama ini diharapkan hujan segera turun dan musim kemarau segera berlalu.

“Ini secepatnya kita lakukan, tinggal lagi lokasi dan waktu yang tepatnya kapan masih dibahas bersama pengurus masjid raya Baitul Izah,” terangnya.

Sementara untuk penanggulangan kebakaran yang terjadi di Pulau Enggano, sambung Rohidin, dari Pemprov Bengkulu sendiri sudah menurunkan tim beserta alat untuk membantu memadamkan kebakaran di Pulau Enggano. Kebarangkatan tim ini sempat tertunda karena cuaca buruk.

“Alhamdulillah kemarin sore (rabu) tim untuk membantu menanggulangi dan kebakaran sudah bisa diberangkatkan ke Pulau Enggano. Sempat tertunda karena cuaca buruk,” jelas Rohidin.

Seperti disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Bengkulu Kukuh Ribudiyanto, M.Si untuk musim kemarau di wilayah Provinsi Bengkulu terjadi hingga Oktober mendatang. Saat ini dibeberapa wilayah dalam Bengkulu memang sudah turun hujan, namun sifatnya baru hujan lokal. Sedangkan puncak musim hujan yang turun dengan intensitas tinggi diprediksi dimulai pertengahan Oktober nanti.

“Musim kemarau ini juga mempengaruhi jumlah titik panas (hotspot-red). Menjadi meningkat seiring meluasnya pengaruh musim kemarau di sejumlah wilayah,” bebernya.

Untuk itu Kukuh mengimbau selama musim kemarau ini masyarakat jangan dulu bercocok tanam. Mengingat hujan yang sudah turun di dibeberapa wilayah tersebut sifatnya masih lokal dan tidak intens, agar jangan sampai gagal panen. Begitu juga dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan, Kukuh mengingatkan masyarakat jangan dulu membakar ladang atau lahan karena api akan lebih cepar membesar dan mudah menjalar dikarenakan jumlah titik panas meningkat. (key)

Berita Lainnya

Sikap Muslim Menghadapi Tahun Baru Miladiyah

MAHA bijaksana Allah SWT yang telah mengatur perputaran Roda Masa, tanpa terasa zaman berputar waktu beredar ...

error: Content is protected !!