Rabu , 19 Februari 2020
Home / Daerah / Lebong / Tidak Cukup Hanya Mengajar

Tidak Cukup Hanya Mengajar

Rosjonsyah

PELABAI – Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si mengingatkan seluruh guru mengaji yang tersebar di 93 desa dan 11 kelurahan benar-benar bekerja profesional. Dalam  artian benar-benar mendidik dan membina akhlak masyarakat sebagaimana tugas yang diamanahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong. ‘’Jadi tugas guru mengaji bukan hanya sekadar mengajarkan masyarakat bisa membaca huruf hijaiyah,’’ tegas Bupati.

Guna menunjang tugas guru mengaji dalam membina akhlak masyarakat, pengurus 126 masjid dan mushola yang tersebar di Kabupaten Lebong wajib melaksanakan kegiatan keagamaan secara rutin. Artinya peran imam, maupun Remaja Islam Masjid (Risma) sangat diharapkan. Termasuk peran masyarakat dalam hal pengawasan. ‘’Di sini pemerintah desa dan kelurahan juga harus proaktif memotori dan mengawasi pembenahan akhlak masyarakat,’’ ungkap Bupati.

Pentingnya peran guru mengaji tidak lepas dengan kondisi kenakalan remaja yang meningkat di Kabupaten Lebong. Bahkan kenakalan remaja terjadi hampir di semua lini seperti yang disampaikan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam rapat koordinasi pencegahan dini terhadap gangguan yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jumat (27/9). ‘’Sudah sepantasnya seluruh stake holder peduli dengan akhlak masyarakat, khususnya generasi penerus,’’ papar Bupati.

Tidak dipungkirinya, untuk menghidupkan kegiatan agama dibutuhkan anggaran. Pemkab Lebong sendiri sudah menganggarkan dana untuk pembinaan keagamaan dalam APBD tahun ini. Termasuk di dalamnya pembayaran guru mengaji. Namun pembenahan akhlak masyarakat tidak akan maksimal kalau pihak desa dan kelurahan hanya mengandalkan suntikan dana dari Pemkab Lebong. ‘’Khusus pemerintah desa saya harap bisa menyisihkan dana mandirinya untuk menunjang kegiatan keagamaan di masyarakat,’’ tutur Bupati.

Terpisah, Kasi Pembinaan Masyarakat Islam, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lebong, H. Darul Maukup, S.Ag memastikan pihaknya terus melakukan sosialisasi keagamaan di tengah masyarakat melalui penyuluh agama hingga ke tingkat desa. Sekalipun teknisnya masih menemui hambatan karena keterbatasan personel penyuluh agama, namun secara umum sosialisasi keagamaan telah berjalan otpimal. ‘’Tahun ini kami akan kembali merekrut tenaga PAH (penyuluh agama honorer, red), tinggal menunggu instruksi dari pusat,’’ tandas Darul.(sca)

Berita Lainnya

Netralitas Penyelenggara Pemilu Masih Diragukan

PELABAI – Netralitas penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Lebong ditantang masyarakat. Jika tidak ada ...