Senin , 9 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Soal Pungutan di Sekolah, PGRI Temui Kapolres

Soal Pungutan di Sekolah, PGRI Temui Kapolres

TEMUI KAPOLRES: Pengurus PGRI Bengkulu Utara melakukan pertemuan dengan Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi, SH, S.IK, MM membahas masalah dugaan pungli di sekolah.(foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Marak tudingan adanya pungutan liar (pungli) di sekolah terutama SMA/SMK yang dilakukan pada wali murid, dibantah pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bengkulu Utara. Kamis (3/10), pengurus PGRI  melakukan pertemuan dengan Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi, SH, S.IK, MM.

Ketua PGRI Bengkulu Utara, Suyanto, M.Pd menjelaskan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan membenarkan adanya pungutan dan sumbangan. Asalkan hal tersebut dikelola oleh wali murid yang saat ini di sekolah berdiri Komite Sekolah.

“Untuk pendidikan SMA/SMK diperbolehkan dengan musyawarah wali murid dan dikelola oleh wali murid. Dalam hal ini Komite sekolah. Jadi dalam pertemuan itu kami berdiskusi dengan Pak Kapolres yang beliau sendiri sudah tahu detailnya,” terangnya.

Selain berdasarkan musyawarah wali murid, dana yang dikumpulkan tersebut juga untuk kebutuhan pendidikan. Ia mengakui saat ini sekolah masih kekurangan dana untuk mencukupi kebutuhan pendidikan sekaligus memenuhi standar pendidikan. “Dana yang selama ini ada untuk sekolah sangat tidak cukup,” jelasnya.

Dana pungutan tersebut digunakan diantaranya untuk membayar guru non PNS. Saat ini hampir seluruh sekolah di Bengkulu Utara kekurangan guru PNS. Sehingga sekolah menunjuk guru Non PNS yang dibayar sendiri oleh sekolah melalui dana komite.

“Bayangkan jika sekolah tidak bisa membayar guru non PNS, berarti guru non PNS harus diberhentikan. Berarti sekolah tidak memiliki guru yang cukup untuk mengajar siswa,” beber Suyanto.

Ia berterima kasih dengan dukungan Kapolres pada dunia pendidikan di Bengkulu Utara terutama terkait isu pungli tersebut.(qia)

Berita Lainnya

Jembatan TAP Ditutup, Jalur Kendaraan Dialihkan ke Lais- Lubuk Durian

TAP – Semenjak Sabtu (7/12) pukul 12.00 WIB , jembatan Tanjung Agung Palik (TAP) ditutup ...

error: Content is protected !!