Rabu , 29 Januari 2020
Home / Daerah / Lebong / Tersangka Intake Air Baku, Tunggu Audit BPKP

Tersangka Intake Air Baku, Tunggu Audit BPKP

Ichsan Nur

PELABAI – Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.IK melalui Kasat Reskrim, Andi Ahmad Bustanil, S.IK memastikan tidak lama lagi bakal menetapkan tersangka korupsi pembangunan intake dan jaringan pipa air baku di Desa Ladang Palembang, Kecamatan Lebong Utara.

Teknisnya, kata dia tinggal menunggu audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu. ‘’Kalau pemeriksaan terhadap saksi sudah mendekati finishing,’’ tegas Andi.

Ditargetnya pemeriksaan seluruh saksi atas pekerjaan proyek senilai Rp 16,6 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2017 tuntas akhir bulan ini. Bahkan Selasa (1/10), penyidik Tipikor, Sat Reskrim Polres Lebong kembali memeriksa tiga orang tim pengawas dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Masing-masing RW, ED dan MZ. ‘’Dari keterangan ketiga saksi semakin kami temukan indikasi kecurangannya,’’ ungkap Andi.

Di antara saksi yang yang akan kembali diperiksa tim penyidik Tipikor, yaitu kontraktor pelaksana dari PT. Duta Utama Karya. Termasuk meminta keterangan ahli konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Setelah semua saksi selesai diperiksa dan audit BPKP turun, Polres akan gelar perkara di Polda Bengkulu guna penetapan tersangka. ‘’Kami upayakan pengusutan kasus ini tuntas tahun ini juga,’’ ungkap Andi.

Disentil soal calon tersangka, Andi masih enggan komentar  . Namun dipastikannya, pihak yang terindikasi terlibat dan harus bertanggungjawab di balik pengerjaan proyek ini bisa berjemaah. Mengingat proyek yang hasil kerjanya terindikasi kekurangan volume itu telah dibayarkan 100 persen oleh pihak BWSS VII Kementerian PUPR. ‘’Nantilah kalau soal itu (calon tersangka, red),’’ tutur Andi.

Dilansir sebelumnya, beberapa item pekerjaan yang diduga kekurangan volume itu, tidak hanya untuk bangunan intake atau bendungan airnya saja. Sesuai temuan tim penyidik, spesifikasi pekerjaan juga terindikasi menggunakan material yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana dokumen kontrak. Termasuk pemasangan bronjong dan perpipaan air baku yang disinyalir menggunakan material tidak standar nasional Indonesia (SNI).(sca)

Berita Lainnya

Marak Isu Penculikan, Waspada Orang Asing, Hidupkan Siskamling

PELABAI – Sebagai antisipasi kejahatan, seluruh pemerintah desa dan kantor lurah diminta mengaktifkan kembali kegiatan ...

error: Content is protected !!