Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Warga Protes Tambang legal Masih Beroperasi

Warga Protes Tambang legal Masih Beroperasi

LAIS – Warga Desa Jago Bayo, Kecamatan Lais mempertanyakan langkah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Bengkulu terkait keberadaan tambang pasir ilegal. Setelah sidak Dinas ESDM Provinsi ke lokasi dan menyatakan tambang tersebut ilegal, hingga kini tambang pasir masih beroperasi.

Tokoh masyarakat setempat yang juga mantan Kades Jago Bayo, Azwardi mengatakan aktivitas penggalian pasir dengan mesin sedot pasir tersebut sudah menimbulkan dampak buruk. Bahkan, lahan masyarakat dan bangunan pelapis tebing yang dibangun pemerintah juga terancam ambruk. “Kami sudah melapor ke Pemprov. Namun saat ini aktivitas penambangan masih berjalan,” terangnya.

Tak hanya mendapatkan pernyataan ilegal dari Dinas ESDM Provinsi, namun ia juga menuturkan masyarakat pemilik lahan di bibir sungai Lais Desa Jago Bayo tidak pernah memberikan izin. Sedangkan saat ini masyarakat pemilik lahan mulai merasa dirugikan. “Karena lahan masyarakat sudah abrasi akibat aktivitas penambangan pasir ilegal tersebut,” tegasnya.

Ia juga menilai aktivitas pertambangan tersebut kini dilakukan terang-terangan. Selain menggunakan mesin penyedot pasir, juga banyak antrean truk yang membeli pasir dari lokasi tambang ilegal tersebut.           “Kami berharap polisi menindak tegas aktivitas tersebut karena sudah meresahkan dan merugikan masyarakat. Yang kami ketahui tidak ada izin atau persetujuan masyarakat atas berdirinya tambang tersebut,” tandas Azwardi.(qia)

Berita Lainnya

Jembatan TAP Ditutup, Jalur Kendaraan Dialihkan ke Lais- Lubuk Durian

TAP – Semenjak Sabtu (7/12) pukul 12.00 WIB , jembatan Tanjung Agung Palik (TAP) ditutup ...

error: Content is protected !!