Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Probis / Penerimaan Pajak Bengkulu Ditarget  Rp 2,253 Triliun

Penerimaan Pajak Bengkulu Ditarget  Rp 2,253 Triliun

KONFERENSI PERS: Empat Kakanwil di lingkup Kemenkeu saat menjelaskan kinerja APBN Triwulan 3 Bengkulu dan APBN 2020. (foto: iksan/rb)

BENGKULU – Kantor Wilayah (Kanwil ) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung menargetkan penerimaan pajak tahun 2019 mencapai Rp 11,023 triliun. Khusus dari Provinsi Bengkulu ditarget pemasukan pajak untuk negara sebesar Rp 2,253 triliun, sedangkan sisanya berasal dari Provinsi Lampung.

Kepala Kanwil DJP Bengkulu Lampung, Eddi Wahyudi mengatakan, ada empat sumber penerimaan pajak Provinsi Bengkulu berkontribusi bagi pemasukan negara. Diantaranya, Pajak Penghasilan (PPh) non-migas, Pajak Pertambahan Nilai (PPn), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) , Pajak Bumi dan Bangunan (PBBP3) serta pajak lainnnya.

“Paling besar kontribusi berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) non migas sebesar Rp 642,29 miliar atau 57,64 persen,” jelasnya saat menggelar konferensi pers perkembangan APBN sampai dengan triwulan III Provinsi Bengkulu  dan sosialisasi APBN tahun anggaran 2020 di Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bengkulu Jalan Adam Malik, kemarin (4/10) siang.

Selanjutnya, kontribusi lain secara berturut-turut, dari Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 436,60 miliar atau 39,11 persen, Pajak Bumi dan Bangunan (PBBP3) sebesar Rp 13,57 miliar atau 1,21 persen dan pajak lainnya sebesar Rp 22,63 miliar atau 2,04 persen. “Realisasi ini jika ditotal mencapai Rp 1, 115,09 trilun hingga posisi sampai tanggal 30 September yang baru lalu,” katanya.

Menurut dia, di Provinsi Bengkulu terdapat lima sektor unggulan untuk  memenuhi target pemasukan pajak. Kelima sektor itu adalah perdagangan besar, eceran dan reparasi yang berhasil terealisasi sebesar Rp 352 miliar atau 31, 41 persen. Administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib terealisasi sebesar Rp 228 miliar atau 20,42 persen. Jasa keuangan dan asuransi terealisasi sebesar Rp 124 miliar atau 11,08 persen. Industri pengolahan terealisasi sebesar Rp 64 miliar atau 5,27 persen. “Sedangkan lain-lain terealisasi sebesar Rp 257 miliar atau 23, 00 persen,” ujarnya.

Ia menyebut, ada 5 strategi yang bakal dijalankan agar target pajak bisa terealisasi  secara total  dari Bengkulu. Kelima itu adalah perluasan tax bisnis melalui serangkaian kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi. Perbaikan kualitas pelayanan, penyuluhan, dan pengawasan melalui penguatan sistem teknologi informasi dan administrasi perpajakan, pembenahan tax base melalui implementasi pertukaran data informasi perpajakan secara otomatis, pelaksanaan joint program  antara Direktorat Bea dan Cukai dalam bentuk join analysis, join audit dan collection, join investigation, dan knowledge sharing.

“Juga sinergi dengan lembaga pemerintah baik instansi vertikal dan daerah untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor pajak,” paparnya.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra memaparkan kinerja realiasi APBN. Realisasi APBN (di luar DAU, DBH, DAK Non Fisik) mencapai 58 persen dari alokasi Rp 7,05 triliun. “Berarti masih harus dikebut realisasi menjelang akhir tahun anggaran yang efektif 2,5 bulan lagi, termasuk kinerja DAK Fisik, Dana Desa, KUR dan Penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi),” jelasnya. (iks)

Berita Lainnya

OJK Gandeng Bank Indonesia dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Dongkrak Inklusi

JAKARTA–  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  membangun kerja sama sinergis bersama Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait serta ...

error: Content is protected !!