Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 445 Warga Derita Infeksi Saluran Pernafasan Akut

445 Warga Derita Infeksi Saluran Pernafasan Akut

KEPAHIANG – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kepahiang 4 bulan terakhir ini, tak hanya berdampak pada kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih, namun juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Hal ini terlihat dari data yang dirilis Forum Puskesmas Kabupaten Kepahiang, bahwa dalam 4 bulan terakhir, sebanyak 445 masyarakat di Kabupaten Kepahiang terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Ketua Forum Puskesmas Kabupaten Kepahiang, drg. Trisia Widyastuti mengungkapkan, angka 445 tersebut didapat dari data keluhan masyarakat yang ditangani oleh seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kepahiang. Bahkan tak hanya itu, belakangan juga banyak masyarakat yang terkena penyakit kulit lantaran kualitas air yang buruk disebabkan musim kemarau.

“Penyakit ISPA ini biasanya disebabkan oleh udara yang kotor, yang terkontaminasi debu dan asap. Kita tahu beberapa waktu lalu Kabupaten Kepahiang juga terkena dampak dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di provinsi tetangga. Hal ini kita duga menjadi penyebab dari meningkatnya angka keluhan penyakit ISPA di tengah masyarakat,” beber Widya, Senin (7/10).

Dari jumlah masyarakat yang terjangkit ISPA tersebut, Widya mengatakan, mayoritas diderita oleh anak-anak dan Balita. Hal ini dikarenakan organ pernafasan anak-anak dan balita masih sangat rentan menerima udara dengan kualitas yang buruk.

“Ya banyak anak-anak sekolah dan balita yang terserang ISPA. Hal ini disebabkan aktivitas anak-anak yang tak sengaja menghirup udara kotor di luar rumah, yang terjadi belakangan ini,” ujar Widya.

Untuk itu Widya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepahiang, agar bisa lebih mewaspadai kondisi cuaca saat ini terhadap kerentanan penyakit. Selain ISPA dan penyakit kulit, kondisi cuaca saat ini juga sangat rawan dengan meningkatnya angka masyarakat yang menderita penyakit mata.

“Untuk itu kita imbau kepada masyarakat, jika hendak melakukan aktivitas di luar rumah, baiknya mengenakan masker. Hal ini untuk mengantisipasi masuknya udara kotor ke saluran pernafasan kita, khususnya bagi anak-anak dan Balita, ini tentunya sangat rawan,” terang Widya.

ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia.

ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernafasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik. Walaupun demikian, seseorang perlu waspada dan mengetahui kapan saatnya perlu berkonsultasi dengan dokter, serta cara mencegah penyakit ini. (sly)

Berita Lainnya

Desa Bogor Baru Fokus Kembangkan Agrowisata

KEPAHIANG – Tidak memiliki potensi wisata, tak membuat Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahiang patah arang ...

error: Content is protected !!