Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Klaim Tahapan Perizinan Rumah Sakit Jalur Dua Sedang Berjalan

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Klaim Tahapan Perizinan Rumah Sakit Jalur Dua Sedang Berjalan

KEPAHIANG – Polemik terkait Rumah Sakit Jalur Dua milik Pemkab Rejang Lebong (RL) yang dibangun di atas lahan milik Pemkab Kepahiang di Kecamatan Merigi, lambat laun mulai menemui penyelasaian. Hal ini terlihat dari tahapan perizinan yang mulai dilengkapi Pemkab RL di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepahiang .

Diungkapkan Kepala DPMPTSP Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M. Si, bahwa saat ini proses perizinan RS Jalur Dua sudah diinput oleh pihaknya melalui sistem Online Single Submission (OSS), dan proses penginputan tersebut pun masih terus berjalan. Hanya saja, menurut Salihin, proses yang dilakukan Pemkab RL belum sampai pada tahap melengkapi izin operasional dari RS Jalur Dua tersebut.

“Karena tahap perizinan yang dilakukan belum semuanya terpenuhi. Hal ini wajar lantaran memang proses perizinan ini membutuhkan tahapan yang cukup panjang. Jikalau semua dokumen persyaratannya terpenuhi, maka kita pun akan cepat menerbitkan perizinan,” terang Salihin, Senin (7/10).

Terkait proses pembangunan RS Jalur Dua yang terus berjalan, Salihin mengatakan, hal tersebut tidak ada masalah. Selain Pemkab RL terus melakukan percepatan pembangunan, mereka juga terus melengkapi proses perizinan sesuai aturan yang berlaku.

“Memang ada beberapa dokumen yang saat ini masih kita tunggu untuk bisa dilengkapi oleh Pemkab RL, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan rekomendasi tata ruang dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Provinsi Bengkulu. Sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut belum saya terima,” bebernya.

Namun demikian, Salihin mengakui, beberapa dokumen terkait perizinan RS Jalur Dua tersebut sudah mulai dilengkapi kendati belum sepenuhnya tuntas. Dokumen-dokumen yang sebagian menjadi kewenangan OPD teknis, pun sudah diteruskan oleh pihaknya kepada OPD teknis yang berwenang.

“Seperti dokumen IMB, sudah kita teruskan ke Dinas PU Kepahiang. Kemudian dokumen izin lingkungan yang di dalamnya ada Amdal, juga sudah kita sampaikan ke DLH Kepahiang. Juga dokumen mengenai tenaga medis, pun sudah kita sampaikan ke Dinas Kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut Salihin mengatakan, sebagian dokumen tersebut sudah dipelajari oleh OPD berwenang, dan sudah memasuki proses tindak lanjut berikutnya. “Prosesnya sebagian sudah jalan, dan sudah kita tindak lanjuti. Tugas kita cuma melakukan penginputan ke aplikasi. Kalau semua persyaratan terpenuhi, nanti akan terbit izin operasional dan RS Jalur Dua tersebut sudah bisa beroperasi maksimal,” demikian Salihin. (sly)

Berita Lainnya

Desa Bogor Baru Fokus Kembangkan Agrowisata

KEPAHIANG – Tidak memiliki potensi wisata, tak membuat Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahiang patah arang ...

error: Content is protected !!