Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / 56 Warga Terserang DBD, Dana Fogging Nihil

56 Warga Terserang DBD, Dana Fogging Nihil

Gusti Miniarti

BENTENG – Setelah dicoret di APBD 2019, usulan anggaran fogging di APBD Perubahan 2019 juga dicoret. Alhasil, hingga akhir 2019 nanti Dinas Kesehatan (Dinkes) Benteng tidak memiliki anggaran untuk melaksanakan kegiatan fogging. Padahal, dari Januari hingga Agustus tahun ini tercatat sudah 56 warga yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Kabupaten Benteng, Gusti Miniarti, SKM saat dikonfirmasi tidak menyangkal hal tersebut. Menurut Kadis yang baru menjabat sekitar sebulan tersebut, tidak adanya dana fogging itu cukup mengagetkannya. Meskipun dari data yang sudah terkena penyakit DBD kurun waktu Januari-Agustus sebanyak 56 orang, namun hingga saat ini belum ada peluang atau celah untuk mendapatkan dana fogging bagi Dinkes Benteng.

“Iya, tidak ada diakomodir pada pembahasan baik itu di APBD hingga APBD-P,” jelasnya.

Disampaikan Gusti, sebelumnya hal tersebut sudah pernah disampaikan ke DPRD Benteng. Namun, saat itu usulan disampaikan oleh Kadinskes sebelumnya, sehingga Gusti Miniarti  mengaku tidak tahu perkembangan akhir usulan tersebut sehingga akhirnya tidak masuk di APBD maupun APBD Perubahan 2019. “Dari laporan sejak masuk, memang tidak ada,” katanya.

Ditambahkan Gusti Miniarti, meski saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, pihaknya terpaksa harus  lebih mengutamakan pencegahan. Diantaranya yakni pencegahan menyebarnya nyamuk penyebab DBD. Diterangkan Gusti, nyamuk lebih dominan berkembang di lokasi yang  tergenang air. Untuk itu, pencegahan bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan tidak memberikan kesempatan untk nyamuk berkembang biak.

Hal ini, menurut Gusti sangat efektif daripada melakukan penanganan pasca kejadian atau setelah jatuhnya korban. Dari segi biaya, tentu lebh besar untuk mengobati daripada mencegah. Ia juga menerangkan, program pencegahan sudah lebih dalam dilakukan mulai dari pemerintah pusat hingga ke daerah. Karena, hal ini akan menekan angka pengeluaran ketika sudah ada wabah.

Untuk saat ini, Dinkes Benteng juga lebih mengoptimalkan kerja sama dengan pemerintah desa, agar lebih giat lagi mensosialisasikan kepada warga untuk pola pencegaahn penyakit akibat gigitan nyamuk. “Pencegaahn lebih eisien dan efektif daripada penanganan setelah ada kejadian,” demikian Gusti.(vla)

Berita Lainnya

MTQ Provinsi, Kabupaten Bengkulu Tengah Sabet 8 Juara

BENTENG – Hasil maksimal sudah diperoleh kontingen Kabupaten Benteng, dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat ...

error: Content is protected !!