Rabu , 11 Desember 2019
Home / Breaking News / Gelar Media Gathering, LPS Edukasi Program Penjamin Simpanan di Bengkulu

Gelar Media Gathering, LPS Edukasi Program Penjamin Simpanan di Bengkulu

MEDIA GATHERING : Kepala Devisi Perhitungan dan Verifikasi Premi Group Penanganan Premi Penjaminan LPS, Budi Joyo Santoso dan  dosen Keuangan dan Kepala Jurusan S3 Manajamen UNIB, Prof. Dr. Kamaludin sebagai narasumber dalam Media Gathering bersama LPS, Rabu (9/10). (foto : betty/rb)

BENGKULU–  Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) terus memberikan edukasi dan sosialisasi terkait program penjaminan simpanan di Bank.  Ini perlu untuk mendukung stabilitas sistem perbankan dalam mendukung pembangunan ekonomi. Seperti yang disampaikan Sekretaris LPS, M Yusron saat membuka Media Gathering bersama sejumlah wartawan cetak, online dan elektronik di Bengkulu, Rabu (9/10).

“Keberadaan LPS yang dibentuk oleh Pemerintah berdasarkan Undang Undang No. 24 tahun 2004 sebagai mana telah diubah dengan Undang Undang No.7 tahun 2009 dan efektif beroperasi sejak 22 September 2005. LPS memberikan jaminan kepada setiap nasabah yang menabung atau meminjamkan uangnya di bank, ketika bank bermasalah uangnya akan dikembalikan,” ungkapnya.

Di Indonesia ada 1.828 bank yang menjadi peserta penjaminan LPS. Jumlah tersebut meliputi 111 Bank Umum, dengan rincian 97 bank konvensional dan 14 bank syariah. Serta 1.171 BPR meliputi 1.552 BPR konvensional dan 165 BPR Syariah.

“Di Bengkulu ada satu bank yang telah ditangani LPS. Yakni Bank Pembiayaan Rakyat Syariah-BPRS Safir. Diharapkan di tahun mendatang tidak ada lagi bank yang bermasalah serta dalam kondisi baik. Proses pengembalian klaim juga sudah dilakukan 98 persen atau Rp 98,71 miliar dalam 44.715 rekening. Ada Rp 1,59 miliar tidak layak bayar di 1.864 rekening. Ini karena kredit macet,” terangnya.

Media Gathering dengan tema peran dan fungsi LPS dalam sistem perbankan Indonesia menghadirkan dua pembicara, yakni Kepala Devisi Perhitungan dan Verifikasi Premi Group Penanganan Premi Penjaminan LPS, Budi Joyo Santoso dan  dosen Keuangan dan Kepala Jurusan S3 Manajamen UNIB, Prof. Dr. Kamaludin.

Budi Joyo Santoso mengatakan masyarakat akan merasa aman, tenang dan pasti terhadap perbankan kalau meraka tahu bahwa ada program penjaminan simpanan dan memahami aturan.  Sehingga masyarakat tetap percaya dan terus menyimpan dananya dilembaga perbankan sebagai urat nadi perekonomian yang nantinya akan disalurkan oleh perbankan dalam bentuk kredit mendukung pembiayaan atau kredit usaha produktif dan bahkan pembangunan infrastruktur.

“Perbankan dan keuangan yang stabil adalah modal yang penting dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya, saat media gatharing di Bengkulu, Rabu (9/10).

Budi menjelaskan LPS sebagai salah satu lembaga regulator keuangan di Indonesia, bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan RI. LPS bersifat independen memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan penjaminan simpanan di bank. Melakukan penanganan terhadap bank gagal (resolusi bank) dan turut serta dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia.  Pendirian LPS dilatar belakangi oleh krisis moneter tahun 1997/1998.

“Berdasarkan pengalaman tersebut, pemerintah dan DPR mengesahkan Undang Undang N0 24 tahun 2004, tentang Lembaga Penjamin Simpanan dan LPS mulai beroperasi setahun kemudian (22 September 2005,red),” ujarnya. (adn)

Berita Lainnya

Usut Pembunuhan Mahasiswi Unib, Wina Mardiani, Polisi Periksa 3 Saksi Tambahan

BENGKULU– Pengusutan kasus pembunuhan almarhumah Wina Mardiani (20) mahasiswi semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ...

error: Content is protected !!