Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Hilang Tiga Minggu, Warga Benteng Ditemukan tewas

Hilang Tiga Minggu, Warga Benteng Ditemukan tewas

MEMBUSUK: Anggota Polsek Kelapa Selasa (8/1) mengevakuasi mayat perempuan yang sudah membusuk di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa. (foto : fintah/rb)

BENTENG– Warga Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa, Selasa (8/10) sore mendadak heboh dengan ditemukannya sesosok mayat yang sudah membusuk. Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga kuat adalah Nuryan (71) yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 3 minggu lalu.

Kronologis penemuan, bermula ketika warga mencium bau busuk di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Pasar Pedati. Setelah dicari asal bau tersebut, betapa terkejutnya warga saat melihat sesosok mayat yang sudah kulitnya sudah menghitam dan dikerubungi banyak lalat. “Warga segera melaporkan ke pihak berwajib,” terang salah seorang saksi mata, Nanang warga setempat.

Tidak berapa lama, pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pondok Kelapa, tiba di lokasi penemuan mayat untuk melakukan evakuasi.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP.Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kapolsek Pondok Kelapa, Iptu.Budimansyah, S.Sos saat dikonfirmasi mengenai penemuan mayat tersebut menjelaskan pihaknya sudah melakukan olah TKP.

Untuk mayat tersebut, diduga memang Nuryan yang dilaporkan hilang sekitar 3 minggu lalu. Kini mayat sudah langsung diambil oleh anggota keluarganya, dan sore kemarin juga langsung dikebumikan di TPU Desa Pasar Pedati. “Langsung di kebumikan, karena kondisinya yang sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap,” katanya.

Sementara itu, salah seorang kerabat, Saikum menjelaskan bahwa almarhumah sebelum dinyatakan hilang, memang kondisinya sudah pikun. Seringkali lupa ingatan bukan lagi hal yang aneh bagi piuhak keluarga. Selama ini, almarhumah memang dilarang untuk bepergian jauh dari rumah, karena tidak bisa mengingat apapun dengan jelas.

Bahkan tak jarang dengan anggota keluarga yang datang mengunjungi semasa hidupnya, almarhumah juga sering tidak ingat. Pada waktu hari dinyatakan hilang, pihak keluarga tidak ada seorangpun yang melihat kepergian almarhumah keluar rumah. “Mungkin jalan bagi almarhumah ketika di akhir masa hidupnya demikian, kami hanya bisa iklas dan pasrah atas kejadian ini,” demikian Saikum.(vla)

Berita Lainnya

Gubernur Optimis Revitalisasi Kelembagaan Bisa Majukan Daerah

BENGKULU–  Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyambut baik peningkatan status Polda Bengkulu menjadi tipe A. Ia ...

error: Content is protected !!