Senin , 14 Oktober 2019
Home / Borgol / Kejati Menang Gugatan

Kejati Menang Gugatan

BENGKULU – Gugatan Perdata yang dilayangkan CV Tapan Permata Konstruksi (TPK) terhadap Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Bidang Bina Marga, dimana Kejati Bengkulu sebagai kuasa tergugat, ditolak oleh Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. Majelis hakim yang diketuai oleh Immanuel, SH, MH menyatakan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. Dengan demikian upaya CV Tapan Permata Konstruksi menggugat Dinas PUPR Rp 2,5 miliar lebih gagal total.

Kepala Kejati Bengkulu, Amandra Syah Arwan melalui Kasi Penkum Kejati, Marthin Luther mengatakan bahwa  Jaksa Pengaacara Negara (JPN) Kejati Bengkulu selaku kuasa tergugat memenangkan gugatan sebagaimana putusan PN Bengkulu pada perkara perdata Nomor : 22/Pdt.G/2019PN.Bgl tanggal 25 September lalu. Dalam hal itu putusan dalam sidang tersebut ada dua poin yakni menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya serta membebankan biaya perkara kepada penggugat  Rp 300 ribu.  “Gugatan dilayangkan oleh CV. TPK ke dinas PUPR Provinsi pada beberapa bulan lalu dimenangkan oleh pihak tergugat,” ujarnya.

Ia menambahkan, atas putusan tersebut antara pihak tergugat dan pihak penggugat ditingkat peradilan pertama telah selesai. Saat ini menunggu sikap dari penggugat setelah putusan hakim dibacakan.  Putusan tersebut dihasilkan melalui rapat musyawarah majelis hakim PN Bengkulu pada Rabu(18/9) lalu yang diketahui oleh Immanuel SH MH.  Selanjutnya hasil putusan tersebut sudah dibacakan dalam persidangan yang terbuka untuk umum. Marthin menjelaskan alasan kenapa CV.TP melayangkan gugatan antara lain dikarenakan pemutusan kontrak dan blacklist terkait pekerjaan drainase dan penahan tebing di Kabupaten Lebong tahun 2018 lalu.

Kuasa hukum CV Tapan Permata Konstruksi, Zainal Abidin Tuatoy SH mengatakan masih pikir-pikir terkait putusan tersebut. Pihaknya masih menunggu keputusan dari klien. Jika klien tidak menerima hasil putusan tersebut maka pihaknya siap mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. ‘’Kita masih menunggu keputusan dari klien, menerima atau tidak,’’ jelas Zainal.

Sebelum masuk ke agenda putusan, antara kedua belah pihak sudah melakukan mediasi sebanyak dua kali. Upaya tersebut gagal. Alasan CV Tapan Permata Konstruksi melakukan gugatan perdata diduga kuat Dinas PUPR Bidang Bina Marga Provinsi Bengkulu telah merugikan perusahaan tersebut hingga Rp 2,5 miliar lebih. Karena sudah menyelesaikan proyek pembangunan drainase pelapis tebing jalan Tes – Muara Aman tetapi diputus kontrak tanpa adanya peringatan terlebih dulu dari Dinas PUPR. Akibat pemutusan kontrak tersebut membuat CV Tapan Permata Konstruksi tidak bisa mengkuti tender proyek yang ada di Pemprov Bengkulu.

Karena sudah diputus kontrak dan memutus perjanjian kerja maka uang pemborongan proyek drainase di Kabupaten Lebong Rp 440 juta tidak bisa dibayarkan. Kemudian uang pembayaran material pekerjaan Rp 27 juta, membayar advokat Rp 25 juta, pekerjaan borongan dan menggaji karyawan Rp 42 juta, transportasi dan mobilisasi semen 250 sak dan besi 400 kilogram Rp 15 juta sehingga total kerugian yang diderita secara materil Rp 549 juta lebih.(cup)

Berita Lainnya

Foto Diedit Setengah Telanjang, Honorer Lapor Polda

BENGKULU – Seorang wanita berinisial M, warga Kecamatan Gading Cempaka melapor ke Polda Bengkulu dalam ...

error: Content is protected !!