Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Metropolis / Novitri: Jangan Jadi Sarjana Kosong

Novitri: Jangan Jadi Sarjana Kosong

TAMAT: Lulusan terbaik Fakultas Pertanian UMB saat menerima penghargaan Selasa (8/10). (foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) yang baru saja yudisium diingatkan untuk tetap terampil dan cerdas dalam memasuki dunia kerja dan berbaur dengan masyarakat.

Pesan ini disampaikan Dekan Fakultas Pertanian UMB, Novitri Kurniati, SP, MM saat menyampaikan sambutan dan arahan dalam acara yudisium di Lantai VI, Gedung Kampus IV UMB, Selasa pagi (8/10).

Dikatakan Novitri seorang sarjana adalah orang yang memang sudah ditempa pada saat duduk di bangku kuliah agar menjadi cerdas dan pintar. Dia berharap, setelah selesai wisuda nanti, bukan justru menjadi sarjana yang “hampo” alias hampah alias kosong tak berisi. “Kami yakin kalau lulusan Fakultas Pertanian ini pasti berisi karena selama pendidikan sudah ditempa ilmu sesuai prodi masing-masing,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan, selain materi teori di kelas, para mahasiswa juga dilatih dengan materi praktek ke lapangan dan juga melaksanakan magang ke perusahaan-perusahaan pertanian yang tersebar di Provinsi Bengkulu. “Pelaksanaan magang bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa dengan dunia kerja yang nyata. Memang disiapkan agar setelah lulus sudah siap pakai,” tambahnya lagi.

Adapun lulusan yang diyudisium sebanyak 53 orang dengan rincian 40 laki-laki dan 13 perempuan. Mereka terdiri dari tiga prodi yang rinciannya, Prodi Peternakan sebanyak 11 orang, Prodi Agribisnis sebanyak 26 orang dan Prodi Agroteknologi sebanyak 16 orang. Dari jumlah tersebut, tiga lulusa terbaik masing-masing Prodi Agribisnis yakni Fella Rafflesia, SP dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,58, lulusan terbaik Prodi Agroteknologi, Fheby Bastori dengan IPK 3,56 dan Prodi Peternakan, Duriyaton Nasihiya dengan IPK 3,66.(zie)

Berita Lainnya

Bantuan Gerakan Peduli Siswa Disalurkan

BENGKULU – Program gerakan untuk saling membantu sesama siswa yakni Gerakan Peduli Siswa (GPS) telah ...

error: Content is protected !!