Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Lebong / Pemuda Air Kopras Diduga Hanyut

Pemuda Air Kopras Diduga Hanyut

RAMAI: Kondisi rumah orangtua Sudirman (35), pemuda Desa Air Kopras yang diduga hanyut di Sungai Ketahun. (foto: aris/rb)

PELABAI – Musibah menimpa keluarga Nasikin (68), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis. Anak sulungnya yang masih berstatus perjaka, Sudirman alias Maman (35), diduga hanyut terseret aliran Sungai Ketahun tak jauh dari rumahnya.

Kejadian ini sudah dilaporkan keluarga korban ke polisi dan saat ini masih dalam penelusuran Polsek Lebong Utara. Korban meninggalkan rumah untuk mencari ikan sejak Senin siang (7/10) itu dikabarkan mengidap penyakit epilepsi atau ayan. Hingga petang Selasa (8/10), polisi dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu masyarakat Desa Air Kopras masih melakukan pencarian menggunakan perahu karet.

‘’Kami sudah melakukan pencarian dengan menyisiri Sungai Ketahun hingga radius dua kilometer, namun korban belum kami temukan,’’ kata Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.IK melalui Kapolsek Lebong Utara, Iptu. Firmansyah, SH.

Dari hasil olah Tempat kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap saksi, polisi tidak menemukan indikasi pidana. Dengan riwayat penyakit yang diidap korban, polisi menyimpulkan sementara korban memang hanyut di Sungai Ketahun. Terlebih dari keterangan beberapa saksi, korban terakhir terlihat Senin petang (7/10) tengah menyisiri pinggiran sungai sembari membawa alat penjaring ikan. ‘’Pencarian akan kami lanjutkan besok (hari ini, red),’’ ungkap Firmansyah.

Sementara Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Air Kopras, Iyan Nurmansyah, SH mengatakan, pihak keluarga sudah sering mengingatkan agar korban tidak pergi ke sungai mengingat riwayat penyakitnya. Bahkan orangtua korban sempat mematahkan pancing milik korban yang tujuannya agar korban tidak beraktivitas di dekat sungai. ‘’Sejak kejadian itu, lama korban tidak ke sungai hingga akhirnya tiba kejadian ini,’’ tutur Iyan.

Lebih lanjut Iyan mengatakan, salah satu warga desanya, Wati (45), sempat bertemu korban pukul 15.00 WIB. Bahkan Wati sempat memberikan sebatang rokok kepada korban sembari menyuruh korban pulang. Namun korban tetap melangkahkan kakinya menyisiri sungai mencari ikan. ‘’Entah memang hanyut atau tidak, yang jelas korban membawa tangguk (alat penangkap ikan, red),’’ jelas Iyan.

Pantauan RB, rumah korban yang berhadapan persis dengan kantor Desa Air Kopras terlihat ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan tampak terpal warna biru terpasang di halaman rumah korban yang besar kemungkinan akan menggelar doa bersama dengan tujuan pencarian terhadap korban dimudahkan.(sca)

Berita Lainnya

Pasangan Kandidat Makin Mengerucut

PELABAI – Sekalipun masalah anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kabupaten Lebong belum ...

error: Content is protected !!