Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Polres Bengkulu Utara Bekuk Dua Tersangka Pemburu Harimau

Polres Bengkulu Utara Bekuk Dua Tersangka Pemburu Harimau

HARIMAU: Dua tersangka jual beli harimau Sumatera saat ditangkap polisi. Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa kulit harimau. (foto: shandy/rb)

KETAHUN – Polres Bengkulu Utara menangkap dua tersangka pemburu harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) pukul 22.00 WIB Senin (7/10). Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti kulit harimau Sumatera yang sudah dibuang tulang dan dagingnya mulai dari ekor hingga kepala.

Dua tersangka yang ditangkap yakni Al (65) warga Desa Durun Raja, Ketahun dan Fr (35) warga Desa Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya. Keduanya ditangkap saat menunggu pembeli di Hotel Bidadari Desa Giri Kencana, Ketahun dalam penyergapan yang dipimpin Kanit Tipidter Polres BU, Iptu. Edi Hermanto Purba, SH.

Saat disergap di kamar hotel, polisi yang menggeladah kamar menemukan satu plastik besar berisi kulit harimau lengkap. Bahkan meski sudah dikeluarkan tulang dan dagingnya, bagian mulut masih terdapat taring harimau yang nampak sudah dewasa tersebut.

Data terhimpun RB, tersangka mengaku “Raja Hutan” tersebut didapatkan dari kawasan PT. Anugerah Pratama Inspirasi (API) Kecamatan Marga Sakti Sebelat – Napal Putih. Kedua tersangka mengaku tak sengaja bertemu dengan harimau dan menembak harimau dengan senapan angin sehingga harimau tersebut mati. Tersangka kemudian mengambil kulit harimau tersebut. Kasus ini terungkap saat tersangka yang gencar menawarkan harimau tersebut terdeteksi oleh polisi hingga dilakukan penangkapan.         Dari cara tersangka mengeluarkan organ dalam harimau, sepertinya sudah sangat berpengalaman. Kuat dugaan mereka sengaja masuk ke kawasan hutan lindung untuk berburu harimau.

Kapolres BU AKBP. Ariefaldi WN SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. Jery S Nainggolan, S.IK menjelaskan polisi masih melakukan pengembangan terutama organ-organ lain dari harimau yang diduga sudah dijual oleh tersangka.

Tahun 2017 lalu, Polres BU juga pernah mengamankan tersangka jual beli kulit dan organ tubuh harimau Sumatera. Bahkan kasus yang terungkap tersebut juga dari kawasan hutan lindung yang sama. Satu harimau bisa berharga lebih dari Rp 100 juta. Biasanya kulit harimau lengkap seperti yang kini menjadi barang bukti polisi bisa seharga Rp 50 juta.(qia)

Berita Lainnya

Pendapatan Asli Daerah Galian C dari Dana Desa Capai Rp 1 Miliar

ARGA MAKMUR – Pembangunan yang dilakukan di desa melalui dana desa (DD) juga menambah Pendapatan ...

error: Content is protected !!