Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Serapan Anggaran Rendah, 10 Organisasi Perangkat Daerah Raport Merah

Serapan Anggaran Rendah, 10 Organisasi Perangkat Daerah Raport Merah

MUKOMUKO – Sebanyak 10 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Mukomuko, menjadi OPD dengan anggaran paling gendut, Diatas Rp 10 miliar lebih. Namun hingga akhir triwulan ketiga, serapan anggarannya belum memuaskan sehingga diberikan raport merah. Diantaranya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, pagu Rp 156,08 miliar, terserap Rp 48,6 miliar. Badan Keuangan Daerah (BKD) Rp 49,8 miliar, terserap Rp 28,2 miliar. Dan Sekretariat Daerah, dari pagu anggaran Rp 42,4 miliar, serapan baru Rp 22,5 miliar.

Berikutnya, Dinas Pertanian, pagu anggaran Rp 28,3 miliar, terserap baru Rp 14,5 miliar. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, pagu Rp 19,9 miliar, serapan baru Rp 5,1 miliar. Dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, pagu anggaran Rp 10,4 miliar, serapan baru Rp 4,7 miliar. (lihat grafis)

Kemudian, hanya dua OPD yang status serapan anggaran dan realisasi fisik berstatus biru, yang artinya kinerja memuaskan. Dua lagi, berstatus kuning artinya masih perlu perhatian. Dua OPD berstatus biru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan anggaran Rp 103,6 miliar. Serapannya 70,55 persen dari target hanya 65 persen. Lalu Sekretariat DPRD (Setwan), pagu Rp 35,2 miliar, serapannya 68,87 persen.

Sedangkan dua OPD berstatus kuning dengan anggaran gendut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rp 210,4 miliar. Karena serapan 59,57 persen dari target 65 persen. Dan Dinas Kesehatan, pagu Rp 77,9 miliar, realisasi 60,46 persen.

Secara total, dari 42 OPD di lingkungan Pemkab Mukomuko. Sebanyak 10 OPD dilabeli status merah untuk 10 OPD, empat OPD status kuning, dua OPD status hijau dan 26 OPD diberikan status biru.

Total pagu anggaran Pemkab Mukomuko Rp 1,05 triliun. Terdiri belanja langsung (BL) Rp 555,6 miliar dan belanja tidak langsung Rp 499,04 miliar. Dari jumlah itu, total serapan anggaran baru sekitar Rp 591,7 miliar atau sekitar 56,11 persen, dari target sebesar 65 persen.  Dari serapan Rp 591,7 miliar itu, terdiri serapan BL Rp 256,4 miliar dan BTL Rp 335,3 miliar.

Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Mukomuko, Hari Mustaman, SP menyebut, OPD yang berstatus merah, sudah diingatkan. Supaya melakukan langkah-langkah percepatan.

“Secepatnya supaya status itu berubah. Agar tidak mengganggu serapan anggaran daerah secara umum. Itu hasil evaluasi akhir triwulan ketiga,” kata Hari.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Mukomuko, Drs. H. Marjohan dikonfirmasi menyatakan, seluruh kegiatan fisik maupun non fisik, sudah selesai kontrak. Kini tinggal penuntasan realisasi fisik. Oleh karenanya ia optimis, di triwulan keempat ini tidak ada OPD yang berstatus merah lagi.

“Ini tinggal serapan keuangan saja lagi. Secara kontrak dan administrasinya, sudah selesai. Dalam triwulan keemapt ini, tidak ada yang merah lagi,” kata Sekda. (hue)

Berita Lainnya

Bantuan Ada Prosedurnya

MUKOMUKO – Bupati meminta masyarakat bisa memahami kesulitan Pemkab Mukomuko memberi bantuan terhadap rumah ibadah. ...

error: Content is protected !!