Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Breaking News / Empat Hari Hanyut, Jasad Pemuda Air Kopras Akhirnya Ditemukan Dekat PLTMH

Empat Hari Hanyut, Jasad Pemuda Air Kopras Akhirnya Ditemukan Dekat PLTMH

LEBONG UTARA – Pencarian terhadap Sudirman alias Maman (35), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis yang menghilang sejak Senin (7/10), membuahkan hasil. Pemuda yang mengidap epilepsi itu, ditemukan Rabu (9/10) pukul 16.30 WIB  dalam kondisi tak bernyawa. Tubuh korban dalam posisi tertelungkup dan tersangkut batu di aliran Sungai Ketahun. Tepatnya dekat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Ladang Palembang, Kecamatan Lebong Utara. Belum bisa dipastikan apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban karena pihak keluarga menolak jasad korban divisum.

Diduga korban tewas murni hanyut terseret arus sungai saat mencari ikan. Saat pertama kali ditemukan Sahmud (46), Sekretaris Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, jasad korban tengah didekati kawanan biawak yang berusaha mengigit bagian kaki korban. ‘’Dugaan sementara korban tewas akibat hanyut di sungai, namun untuk kepastiannya masih kami selidiki,’’ kata Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.IK melalui Kapolsek Lebong Utara, Iptu. Firmansyah, SH.

Jarak korban ditemukan dengan titik yang diduga awalnya ia tergelincir sejauh 10 kilometer. Posisi jasad korban mengapung di permukaan sungai yang arusnya tidak begitu deras karena sudah dekat kawasan bendungan PLTMH. Kondisi jasad korban sudah agak membengkak karena diduga tenggelam di air lebih 2 hari. ‘’Kami sudah meminta izin ke pihak keluarga korban agar jasadnya divisum terlebih dahulu sebelum dimakamkan, namun mereka menolak,’’ ungkap Firmansyah.

Sementara Camat Pinang Belapis, Herwantoni mengatakan, pencarian korban tidak hanya melibatkan anggota Polsek Lebong Utara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong. Tim Search and Rescue (SAR) Bengkulu juga ikut membantu pencarian jasad korban menggunakan perahu karet. ‘’Rencananya tim medis akan didatangkan ke rumah duka untuk melakukan visum terhadap jasad korban, itupun kalau diizinkan keluarga korban,’’ papar Herwantoni.

Dilansir sebelumnya, Nasikin (68), bapak korban sempat melaporkan hilangnya anak sulungnya yang masih bujang itu ke Polsek Lebong Utara Selasa (8/10). Persisnya berselang sehari setelah korban meninggalkan rumah mencari ikan di Sungai Ketahun tanpa sepengetahuan keluarganya. Saat meninggalkan rumah, korban sempat bertemu tetangganya yang melihat korban membawa jaring penangkap ikan di tepi Sungai Ketahun yang ada di Desa Air Kopras. (sca)

Berita Lainnya

Gubernur Optimis Revitalisasi Kelembagaan Bisa Majukan Daerah

BENGKULU–  Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menyambut baik peningkatan status Polda Bengkulu menjadi tipe A. Ia ...

error: Content is protected !!