Rabu , 16 Oktober 2019
Home / Metropolis / Jaksa Sarankan Setop Kontrak Pengerjaan Proyek Alun-alun

Jaksa Sarankan Setop Kontrak Pengerjaan Proyek Alun-alun

SIDAK: Rombongan Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan taman alun-alun berendo hidayah Rabu (9/10). (foto: wahyu/rb)

BENGKULU – Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejari Bengkulu, menyarankan agar  proyek pembangunan taman alun-alun Berendo Hidayah di halaman belakang Masjid At-Taqwa Kelurahan Anggut Atas senilai Rp 21 miliar itu, tidak dilanjutkan lagi kontraknya.

Itu apabila PT Karya Duta Mandiri sejahtera selaku kontraktor pelaksananya tidak mampu menyelesaikan proyek senilai Rp 21 Miliar tersebut tepat waktu. “Apalagi dari segi legal formal, kami menyarankan yang terbaik. Kalau tidak memungkinkan  terkejar dan akhirnya bikin rugi Pemda, kenapa diperpanjang, sebaiknya putus kontrak,” jelas TP4D Kejari Bengkulu, Rizal saat ikut sidak ke proyek alun-alun itu bersama Komisi II DPRD Kota Bengkulu Rabu (10/9).

Menurut Rizal, dari hasil pantauannya ditemukan  bila pengerjaan proyek tersebut terkesan lambat. Ia juga mengungkapkan sempat memantau langsung ada proses pengecoran pengerjaan bangunan tersebut menggunakan ember. “Dan saya waktu itu langsung beri teguran langsung ke Dinas PUPR, melihat adanya pengecoran manual menggunakan ember itu. Karena saya katakan bahwa pengerjaan lamban kalau manual, kita butuh kecepatan, mengingat waktu yang ada saat ini terbatas,” jelasnya.

DPRD Kecewa

Sementara itu, dalam sidak yang dikomandoi Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto bersama Ketua Komisi II DPRD Kota, Indra Sukma dan anggota lainnya, terungkap bahwa pembangunan alun-alun tersebut baru rampung 35 persen. Padahal sisa waktu pengerjaan tinggal dua bulan lagi.

“Ya kita kecewa karena progress pengerjaannya ini minus 10 persen. Harusnya jangan sampai minus, harus plus 5 persen untuk hitungan waktu yang sekarang ini. Dan kita akan mengawasi ketat dalam hal ini,” kata Suprianto disela-sela sidak.

Selain itu sambung Suprianto, melihat progress pengerjaan proyek itu tergolong cukup gawat. Mengingat waktu pengerjaan sudah tidak lama lagi. Sebaiknya pihak kontraktor harus bekerja profesional. “Sebab akhir tahun ini kita belum tahu cuaca bagus atau tidak. Pekerjaan fisik seperti ini kan sangat butuh cuaca yang bagus. Makanya kita sarankan tadi pihak kontraktor untuk bekerja cepat dan sesuai dengan ketentuan. Jangan sampai pengerjaannya masih terkesan lamban,” jelasnya.

Sementara itu Plt (pelaksana tugas) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Benni Irawan, ST mengaku pihaknya belum akan memutus kontrak dengan kontraktor. Sebab, pihak kontraktor sendiri berjanji akan lebih maksimal mengerjakan Berendo tersebut.

“Ya tadi mereka janji akan menambah jumlah tenaga kerja dan melengkapi material. Jadi masih tetap akan dilanjutkan, kita tunggu itikad pihak kontraktor untuk tetap bekerja profesional menuntaskan proyek ini,” ungkapnya.

Terpisah Penanggung Jawab Teknis Proyek, Wido Prayogi, mengungkapkan, pihaknya akan segera menambah jumlah tenaga kerja baru sebanyak 40 orang. Dengan tujuan untuk mempercepat waktu pengerjaan proyek saat ini. “Kalau saat ini, ada ada sebanyak 108 pekerja. Bahkan durasi kerja juga akan ditambah. Karena saat ini, para pekerja bekerja dari pukul 07.00-17.00 WIB. Dan nanti akan kita tambah sampai jam 11 malam,” bebernya.(new)

Berita Lainnya

Bantuan Gerakan Peduli Siswa Disalurkan

BENGKULU – Program gerakan untuk saling membantu sesama siswa yakni Gerakan Peduli Siswa (GPS) telah ...

error: Content is protected !!