Senin , 14 Oktober 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Jangan Ribut, Cukup Videokan Saja Trawl

Jangan Ribut, Cukup Videokan Saja Trawl

Rohidin Mersyah

MUKOMUKO –Nelayan diminta tidak bentrok di laut. Terlebih ketika sedang melaut. Kalau melihat adanya aktivitas kapal menggunakan alat tangkap trawl atau pun pukat harimau, nelayan cukup mendokumentasikannya dengan mengambil foto dan video.

Setelah itu baru laporkan pada Kepolisian Air Polda Bengkulu dan pada Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal). Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu, Dr. Drh H. Rohidin Mersyah saat menyerahkan sejumlah bantuan untuk nelayan Mukomuko, di Balai Daerah Mukomuko, Rabu (9/10).

‘’Kalau ada trawl potret kemudian laporkan kepada polisi dan Lanal. Jangan sampai ada lagi bentrok,” pinta gubernur.

Ditegaskan gubernur, tak mestinya terulang nelayan ribut di laut. Kalau ditemukan ada pelanggaran, nelayan harus melaporkan pada epolisian untuk penanganan hukum. Sehingga masalah pelanggaran dalam penggunaan alat tangkap bisa diselesaikan dengan baik.

“Para nelayan kalau bentrok di laut, kalau kejar-kejaran di laut, repot.  Jangan lagi ribut,” tegas gubernur.

Kesempatan itu, gubernur didampingi Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH,  menyerahkan 10 unit mesin tempel dan 120 piece jaring. Meliputi dua unit mesin tempel 40 PK,  dan delapan unit mesin tempel 15 PK. Kemudian, ada 4 nelayan masing-masing terima bantuan jaring sebanyak 30 piece.

Untuk bantuan empat mesin tempel serta  90 piece jaring yang menerima, adalah nelayan Kecamatan Ipuh. Kemudian enam mesin tempel dan 30 piece jaring diberikan pada nelayan Kota Mukomuko.

‘’Bantuan ini agar makin semangat melaut. Tapi jaga juga kelestariannya. Karena laut itu nanti titipan untuk anak cucu kita,’’ papar gubernur.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Provinsi Bengkulu, Ir. Sri Hartati, MMA, mengatakan tahun ini ada bantuan Rp 900 juta dari APBD Provinsi. Untuk tahun 2020, diusulkan bantuan sampai Rp 2 miliar.

“Tahun ini bantuan sebagian besar kepada Kabupaten Mukomuko. Tahun depan giliran ke kabupaten lain,” ujar Sri.

Sedangkan untuk penanganan Pelabuhan Ikan di Bantal Kecamatan Teramang Jaya, lanjut Sri, Pemprov Bengkulu masih kendala dengan kemampuan keuangan. Jadi dipastikan belum adanya penanganan tahun 2019 maupun tahun 2020 mendatang.

“Impian kita di Bengkulu ini ada pelabuhan ikan yang representatif. Kedepan akan kita wujudkan secara bertahap,” ujar Sri.(hue)

Berita Lainnya

Pengucuran Bansos Tanpa Dana Pedamping

MUKOMUKO – Bantuan sosial (Bansos) yang dikucurkan untuk Mukomuko terancam minim pembinaan, pengawasan, dan monitoring. ...

error: Content is protected !!