Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Berita utama / Indeks Pembangunan Pemajuan Kebudayaan, Bengkulu Peringkat ke-4

Indeks Pembangunan Pemajuan Kebudayaan, Bengkulu Peringkat ke-4

BENGKULU– Selain konsen dengan pembangunan serta pembenahan insfrastruktur, Pemerintahan Gubernur Rohidin Mersyah juga menaruh perhatian dalam memajukan kebudayaan daerah. Dibuktikan, Bengkulu menempati peringkat ke 4 nasional Indeks Pembangunan Pemajuan Kebudayaan (IPK), dalam peluncuran IPK, di Istora Senayan, Jakarta (10/10).

“Alhamdulilah Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan Bengkulu menempati posisi ke 4 dengan angka 59,95 dan mengungguli angka rata-rata nasional yang hanya 53,74. Serta selisih tipis dengan Jawa Tengah yang menempati peringkat ke 3 dengan angka 60,05,” kata Rohidin.

Dengan capaian ini, Rohidin mengajak masyarakat Bengkulu bersama-sama menjaga kearifan lokal, salah satunya melalui berbagai event yang rutin diselenggarakan pemerintah daerah. Bagi Rohidin, kebudayaan adalah adalah salah satu roh kelangsungan hidup bangsa. Sedangkan kearifan lokal adalah identitas sebagai bangsa. Rohidin sendiri berharap, IPK Bengkulu naik peringkat pada kesempatan berikutnya.

“Bengkulu Berbudaya harus kita jaga bersama. Bukan anti terhadap modernitas, mari bersama wujudkan Bengkulu yang modern tapi tetap mencintai dan melestarikan budaya yang kita miliki,” imbuh Rohidin.

Terdapat 31 indikator penyusun indeks tersebut yang dirangkum dalam tujuh dimensi pengukuran, yaitu sektor ekonomi budaya, pendidikan, ketahanan sosial budaya, warisan budaya, ekspresi budaya, budaya literasi, dan gender. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rohidin Mersyah, perhelatan event dengan berbagai konten kearifan lokal selalu dikemas dengan apik. Tak tanggung-tanggung, beberapa event unggulan daerah, secara konsisten masuk dalam top event nasional.

Indek Pembangunan Pemajuan Kebudayaan merupakan suatu instrumen yang disusun bersama antara Kemendikbud, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk mengukur capaian pembangunan kebudayaan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sementara itu, pemerhati kebudayaan Bengkulu mengapresiai capaian Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Rohidin dinilai sebagai sosok yang memiliki perhatian tinggi dalam mewujudkan Bengkulu yang berbudaya. Di bawah kepemimpinannya, Rohidin sudah berfikir panjang bagaimana mengangkat potensi kebudayaan yang ada di Bengkulu, ada upaya dan tindakan positif yang telah dilakukan.

“Saya melihat di setiap event, konten kebudayaan lokal selalu muncul dan terawat dengan baik. Artinya sebagai seorang pemimpin Bengkulu, pak Rohidin sudah menunjukkan, kepedulian terhadap kebudayaan lokal,” ujar Paulus Sianuok Nurodom yang akrab disapa Taufik ini, menanggapi capaian pemerintah Provinsi Bengkulu yang masuk dalam peringkat ke 4 Nasional capaian IPK.

Menurut pria yang sudah 25 tahun malang melintang di sektor kebudayaan khususnya teater ini, sosok Rohidin memiliki keberanian dalam memajukan sektor kebudayaan di daerah yang dipimpinnya. “Tidak sebatas peduli, tapi pak Rohidin berani mencoba mewujudkan dalam beberapa event yang telah diselenggarakan. Saya rasa tidak semua kepala daerah punya keberanian seperti ini,” tambah Taufik yang selama 7 tahun pernah berproses di Taman Ismail Marzuki Jakarta ini.

Kalau pun ada keurangan disana sini, lanjut Taufik, menurutnya wajar dalam sebuah proses. Namun niat baik dari Rohidin, untuk mengangkat kebudayaan lokal Bengkulu di kancah nasional maupun international itu yang harus diberi acungan jempol. Taufik berharap, ke depan, Gubernur Rohidin lebih inten meminimalisir jarak antara pemerintah daerah dengan para penggiat kesenian dan kebudayaan Bengkulu.

“Beliau punya keinginan tinggi untuk mewujudkan Bengkulu yang berbudaya. Selain itu, sarana penunjang juga bisa dibenahi, agar tercipta kesinampungan dalam merawat kebudayaan Bengkulu. Pemerintah memiliki andil besar dalam memajukan kebudayaan daerah” tegasnya.

Apresiasi serupa atas capaian sektor kebudayaan di Provinsi Bengkulu, juga dilontarkan Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Benny Hakim Benardie. Benny juga mengapresiasi konten kearifan lokal terus dimunculkan di berbagai perhelatan. Ini merupakan sikap mengangkat ‘Arai Terendam’. Mengangkat identitas diri, jati diri dari sikap primordialisme daerah. Hal ini akan berdampak ekonomis dan sosiologis bagi pembangunan yang ada.

“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Provinsi Bengkulu mendapatkan peringkat ke empat. Meskipun persentasi pemajuan kebudayaan itu dalam proses menuju maksimalisasi pengungkapan kebudayaan. Itu tampak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini,” beber Benny Hakim Benardie.

Benny berharap, ke depan, pemerintah daerah terus konsen dan konsisten dalam pemajuan kearifan lokal Bengkulu. “Provinsi Bengkulu yang notabene kaya akan kekayaan peradaban kebudayaan, termasuk sejarah, perlu peran pemerintah, dalam hal ini, kepala daerah tetap konsen dan konsisten terhadap pemajuan muatan lokal. Perlu literatur untuk menginggatkan generasi mendatang,” pungkas Benny. (key)

Grafis 10 besar IPK

  1. DI. Yogyakarta (73,79)
  2. Bali (65,39)
  3. Jawa Tengah (60,05)
  4. Bengkulu (59,95)
  5. Nusa Tenggara Barat (59,92)
  6. Kepulauan Riau (58,83)
  7. Riau (57,47)
  8. Jawa Timur (56,66)
  9. Sulawesi Utara (56,02)
  10. DKI Jakarta (54,67)

 

Berita Lainnya

Hasil Sidak Dewan Provinsi, Uji Sampel Air Bahang PLTU Bengkulu Masih Standar Mutu

BENGKULU– Adanya dugaan air bahang PLTU Bengkulu 2×100 MW sebagai penyebab ditemukannya penyu mati dan ...

error: Content is protected !!