Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Lebong / Penjual Tuak Ditipiring

Penjual Tuak Ditipiring

PELABAI – Jika selama ini para penjual tuak hanya diberikan sanksi berupa peringatan tertulis dan pembinaan, mulai saat ini sanksi dimaksimalkan. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Larangan dan Pengendalian Minuman Tradisional Beralkohol serta Minuman Racikan dan Lem Aica Aibon dan Sejenisnya, telah diatur sanksi. Yakni kurungan 6 bulan dan denda Rp 50 juta bagi pelanggar.

Begitu juga para penjual lem jenis Aica Aibon yang kedapatan menjualnya secara bebas kepada remaja sehingga disalahgunakan, dipastikannya dijatuhkan sanksi maksimal. ‘’Mulai sekarang penjual tuak maupun penjual lem yang disalahgunakan pembelinya akan kami tipiring (tindak pidana ringan, red),’’ tegas Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum), Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebong, Andrian Aristiawan, SH.

Namun dalam realisasinya, Andrian berharap peran serta perangkat kecamatan, kelurahan dan desa dalam menyosialisasikannya ke masyarakat. Ia tidak ingin para pelanggar beralasan tidak tahu peraturan tipiring mengenai penjualan tuak dan lem karena tidak pernah diberitahu. Dipertegasnya, Satpol PP hanya bertugas menegakkan aturan Perda. ‘’Tugas sosialisasi tidak hanya Satpol, seluruh pihak terkait juga wajib menyampaikannya ke masyarakat,’’ tutup Andrian.(sca)

Berita Lainnya

Absensi PNS Terintegrasi Disetujui

PELABAI – Tahun 2020, sistem absensi PNS di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemerintah ...

error: Content is protected !!