Kamis , 14 November 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Komisi Pemilihan Umum Mulai Lakukan Sosialisasi

Komisi Pemilihan Umum Mulai Lakukan Sosialisasi

Supran Effendi

KEPAHIANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepahiang, saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat jelang perhelatan Pilkada yang akan digelar tahun 2020 mendatang. Kendati jadwal untuk sosialisasi baru akan dimulai pada November mendatang, namun KPU Kepahiang secara persuasif telah mulai melakukan sosialisasi sejak NPHD Anggaran Pilkada resmi ditandatangani pada awal Oktober lalu.

Gencarnya sosialisasi ini dilakukan, mengingat saat ini beberapa partai politik (Parpol) sudah mulai membuka tahapan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kepahiang, yang akan bertarung pada Pilkada yang rencananya akan digelar pada September 2020 mendatang.

Komisioner KPU Kepahiang, Supran Effendi, S.Sos.I, M.Pd mengungkapkan sosialisasi tersebut mulai gencar dilakukan sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota. Kendati tahapan sosialisasi akan dilaksanakan mulai November mendatang, namun pendekatan persuasif untuk meningkatkan partisipasi pemilih sah-sah saja dilakukan KPU selaku penyelenggara pemilu.

“Untuk sosialisasi secara persuasif terus kita lakukan, sebagai bagian dari tugas dan fungsi kita sebagai KPU. Namun untuk sosialisasi terjadwal, baru akan kita mulai pada bulan November mendatang,” ungkap Supran.

Untuk tahapan sosialisasi yang akan dilakukan kedepannya, Supran mengatakan, seperti biasa pihaknya akan langsung terjun ke kelompok-kelompok masyarakat guna memberikan pendidikan dan pemahaman mengenai tahapan Pemilu, dalam hal ini Pilkada yang akan digelar tahun depan.

“Jadi selain kita langsung terjun ke lapangan, kita juga akan mengundang Parpol dan masyarakat untuk mengikuti sosialisasi. Kita akan sampaikan secara detail terkait tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan, sehinggga tidak ada lagi masyarakat dan Parpol yang tidak mengetahui kapan tahapan Pilkada,” kata Supran.

Usai dilakukan sosialisasi, barulah nantinya melakukan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hanya saja sekarang aturan teknis untuk perekrutan PPK dan PPS belum diterima dari KPU RI, dalam artian apa saja yang menjadi persyaratan untuk anggota PPK dan PPS.

“Kita baru mengetahui masa kerjanya saja, kalau terkait teknisnya kita belum mengetahui pasti. Saya untuk aturannya sama dengan ketika Pemilu lalu. Untuk masa kerja PPK nantinya selama 10 bulan dan PPS hanya 9 bulan saja, lebih jelasnya kita lihat saja aturan teknis nantinya dari KPU RI,” sampai Supran.

Dijelaskan Supran, sebagai gambaran dalam PKPU RI Nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan program dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan atau walikota dan wakil walikota. Untuk jadwal pendaftaran pasangan calon bupati/Wabup, Pendaftaran Paslon independen 11 Desember 2019 – 5 Maret 2020, Pembentukan PPK 1 Januari 2020, Pembentukan PPS 21 Februari 2020, Pembentukan KPPS 21 Juni 2020, Pendaftaran Paslon (Parpol) 16 – 18 Juni 2020.

“Finalnya Penetapan Paslon baik independen maupun jalur Parpol akan dilaksanakan 8 Juli 2020 hingga kepada Penentuan Nomor Urut 9 Juli 2020 dan Hari Pencoblosan 23 September 2020,” demikian Supran.(sly)

Berita Lainnya

Komunikasi Informasi Konsolidasi Ke Dewan Pers

KEPAHIANG – Dinas Kominikasi Informasi Persandian dan Statistik Kepahiang, beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke ...

error: Content is protected !!