Minggu , 19 Januari 2020
Home / Metropolis / APBD 2020 Dikejar Deadline, Dewan Pilih Reses dan Bimtek Dulu

APBD 2020 Dikejar Deadline, Dewan Pilih Reses dan Bimtek Dulu

RAPAT PARIPURNA: Anggota DPRD Provinsi Bengkulu saat menghadiri rapat paripurna belum lama ini (foto : yunike/rb)

BENGKULU– Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Provinsi Bengkulu baru saja terbentuk. Meskipun demikian DPRD provinsi belum bisa langsung memulai pembahasan APBD 2020 karena masih harus menyelesaikan agenda kerja, reses dan Bimtek. Mulai tanggal 29 Oktober-18 November.  Sementara deadline pengesahan APBD 2020 paling lambat 30 November. Dengan waktu tersisa sekitar 12 hari lagi, maka pembahasan akan dikebut oleh DPRD bersama eksekutif. “Iya akan kita kebut bila perlu kita bahas siang malam.  Setelah kita menyelesaikan bimtek di Jakarta, dari tanggal 4-18 November. Usai bimtek langsung rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan oleh gubernur,” ujar Waka Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Samsu Amanah, S.Sos

Untuk reses sendiri, sambungnya, diagendakan mulai tanggal 29 Oktober-2 November. Anggota DPRD provinsi akan turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk menjaring aspirasi masyarakat. Nantinya, hasil reses ini bisa menjadi pembahasan bersama eksekutif untuk menentukan kegiatan prioritas tahun 2020 khususnya di kabupaten/kota.

“Pemda tentu sudah punya renja dari hasil musrenbang. Bisa jadi yang terjaring sama kita nanti itu sama dengan hasil musrenbang ini bisa disesuaikan. Kalaupun belum bisa semua mana yang prioritas kita dulukan,” beber Samsu.

Tertera dalam KUAPPAS yang sudah disepakati sebelumnya antara pemprov dengan dewan lama, proyeksi APBD Provinsi Bengkulu tahun 2020 untuk pendapatan sebesar Rp 3,109 trilun dengan belanja Rp 3,160 triliun. Besarnya belanja dibandingkan pendapatan membuat APBD 2020 defisit Rp 51,025 miliar. Akan tetapi defisit ini bisa ditutupi dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 101, 025 miliar dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

“KUAPPAS memang sudah disepakati tapi itu baru umum,. Untuk program dan kegiatan tahun depan apa saja yang menjadi prioritas itu akan dibahas lagi,” sambung Samsu.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah menyampaikan tahun 2020 masih konsen dengan pembenahan insfrastruktur, dan program strategis bersifat nasional. Mulai dari penataan kawasan wisata di perkotaan, peningkatan ruas jalan provinsi, melanjutkan program strategis yang sudah berjalan, pengelolaan birokrasi bersih dan produktif.

Ada 10 program yang dirancang oleh pemerintahan Gubernur Rohidin, yaitu penataaan kawasan Danau Dendam Tak Sudah, penataan dan revitalisasi Mess Pemda, penyelesaian peningkatan ruas jalan provinsi di kabupaten/kota, penataan dan pengembangan kawasan pantai panjang, pengembangan Bandara Fatmawati, penetapan dan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai.

Kemudian, melanjukan tahapan pembangunan Jalan Tol Pulau Baai – Lubuk Linggau, pengelolaan dan pemasaran produk unggulan terutama kopi dan pabrik minyak goreng, pelaksanaan event Wonderful Bengkulu 2020, dan pengelolaan birokrasi yang bersih dan produktif. (key)

Berita Lainnya

DPRD Kota Usul Empat Raperda Inisiatif

BENGKULU – Memasuki tahun 2020, DPRD Kota Bengkulu menggagas rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif yang ...