Jumat , 13 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / PDAM Rencanakan Sedot Air Musi

PDAM Rencanakan Sedot Air Musi

AIR BERSIH: Salah seorang warga terpaksa membeli air bersih di pengusaha mata air di wilayah Desa Tebat Monok karena sulitnya mendapat air bersih,(foto: arie/rb).

KEPAHIANG – Minimnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepahiang, mengharuskan PDAM Tirta Alami Kepahiang turun tangan mencarikan solusinya. Untuk itu guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, PDAM Tirta Alami Kepahiang saat ini tengah mempersiapkan langkah untuk melakukan penyedotan air Sungai Musi, yang kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.

Diungkapkan Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang, Sudarmin, SH saat ini pihaknya masih mempersiapkan langkah untuk pembebasan lahan masyarakat, guna membangun instalasi air di aliran Sungai Musi tersebut. Bahkan dokumen pembebasan lahan beserta rancangan perencanaannya, saat ini sudah disampaikan kepada Bagian Pemerintahan Setdakab kepahiang, untuk bisa ditindaklanjuti.

“Selain itu, pengajuan untuk program ini juga sudah kita sampaikan kepada Balai Sungai di Palembang, yang tujuannya agar daerah bisa mendapatkan back-up dana dari pemerintah pusat melalui APBN 2020 mendatang,” jelas Sudarmin.

Sudarmin menerangkan, program penyedotan air Sungai Musi mealui pembangunan sumber air baku ini, bertujuan untuk meningkatkan suplai air bersih kepada masyarakat. Untuk lokasi pembangunannya direncanakan akan dilakukan di Desa Kelobak Kecamatan Kepahiang, dengan posisi bak penampungan berada di belakang rumah dinas Bupati Kepahiang.

“Usulan pembebasan lahan serta pembangunan telah kita ajukan, semoga saja bisa terealisasi dalam mengatasi suplai air masyarakat di Kecamatan Kepahiang,” kata Sudarmin.

Untuk proses penyedotan dan pengelolaan, sambung Sudarmin, sengaja dipilih di Desa Kelobak lantaran lokasinya yang tak jauh dari aliran Sungai Musi. Hasil dari penyedotan air aliran Sungai Musi tersebut, nantinya akan disalurkan ke bak penampungan di belakang rumah dinas bupati, sebelum kemudian disalurkan melalui pipa kepada masyarakat.

“Sengaja bak penampungan di belakang rumdin, sehingga aliran air menuju rumah masyarakat bisa dilakukan. Guna memperkecil biaya yang dikeluarkan, karena dalam penyaluran kepada masyarakat bisa lancar tanpa menggunakan pompa lagi,” jelas Sudarmin.

Lebih lanjut, Sudarmin mengatakan usulan pembangunan tersebut diajukan kepada dua instansi untuk mendapatkan kucuran dana dari APBN 2020, yakni melalui Balai Cipta Karya Kementerian PUPR dan Balai Sungai 8 Palembang.

“Kita tidak akan menerima uang dari usulan yang disampaikan, tapi PDAM Kepahiang hanya menerima hasil bangunannya saja yang siap digunakan untuk keperluan masyarakat. Kita berharap supaya rencana kita ini bisa terwujud dan ketersediaan air di masyarakat terpenuhi,” demikian Sudarmin. (sly)

Berita Lainnya

Ukur Tabat, Tunggu Kesepakatan

KEPAHIANG – Rencana Pemkab Kepahiang mengukur tapal batas (tabat) antara Desa Bandung Jaya – Bandung ...

error: Content is protected !!