Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / Kekeringan, 2 Ribu Hekatre Sawah Tadah Hujan Terbengkalai

Kekeringan, 2 Ribu Hekatre Sawah Tadah Hujan Terbengkalai

KERING: Nampak sawah menguning saat musim kemarau lantaran semua rumputnya mati. Tidak hanya itu nampak juga aliran sungai Kinal yang terus saja mengecil. (foto: albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Kemarau membuat 2 ribu hekatre sawah tadah hujan di Kabupaten Kaur terbengkalai. Sawah produktif tersebut  tidak bisa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam lantaran minimnya pasokan air. Kadis Pertanian Kaur Nasrul Rahman mengatakan, biasanya bulan November setiap tahunnya  petani sudah mulai menggarap sawah tadah hujan. Tetapi tahun ini tidak bisa karena kemarau lebih panjang dari sebelumnya. Sehingga banyak petani tadah hujan saat ini tidak bisa turun ke sawah.

“Kalau untuk sawah tadah hujan hampir di semua daerah di Kaur ini kekeringan dan jumlahnya hampir sekitar  dua ribu hektare. Mulai dari Kaur Selatan, Tetap, KT, Semidang Gumay, Tanjung Kemuning, KInal. Namun untuk sawah irigasi saat ini sudah tanam dan kita berharap dan berdoa agar hujan cepat turun. Sehingga petani dapat kembali turun ke sawah,” pungkas Nasrul Rahman.

Sementara itu warga Kaur berharap pemerintah membantu menyalurkan air bersih terutama ke lokasi yang sulit air dan jauh dari sungai.

“Untuk di Kinal ini kami banyak menggunakan air sungai untuk mandi pak. Bahkan untuk mencuci piring juga di sungai, kalau minum baru beli galon. Namun saat ini air sudah terus mengecil dan tidak lagi besar karena sampai saat ini hujan di Kinal dan sekitarnya belum juga turun,” kata Ahmad salah warga Kinal. (cik)

Berita Lainnya

Mantan Kades Diperiksa Soal Dana Desa

KOTA BINTUHAN – Setelah melakukan pemeriksaan para saksi dan perangkat desa terkait penggunaan dana desa ...