Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Daerah / Lebong / Realisasi Pendapatan Asli Daerah 3 Organisasi Perangkat Daerah Memalukan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah 3 Organisasi Perangkat Daerah Memalukan

SERIUS: Pelaksanaan rapat monitoring evaluasi PAD tahun anggaran 2019 Selasa (5/11), masih menyisakan 5 OPD belum capai target,(foto: aris/rb).

PELABAI – Tiga dari sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemungut Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lebong, layak dievaluasi. Hingga Selasa (5/11), realisasi pungutan PAD yang dibebankan kepadanya belum sampai 50 persen. Bahkan masih ada OPD yang realisasinya di bawah 30 persen. Yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang baru memungut PAD Rp 11,5 juta atau 7 persen dari target Rp 160 juta.

Termasuk Dinas Pertanian dan Perikanan yang baru memungut PAD Rp 34,2 juta atau 25 persen dari target Rp 136 juta. Sedangkan satu OPD lagi, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) baru memungut PAD Rp 19,4 juta atau 38 persen dari target Rp 50 juta.

‘’Kami minta OPD yang belum mencapai target benar-benar memanfaatkan sisa waktu mengejar ketertinggalannya,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Erik Rodasi, SSTP, M.Si dalam rapat koordinasi monitoring evaluasi PAD Selasa (5/11).

Jika menemui kendala dalam pemungutan PAD, dimintanya masing-masing OPD yang realisasi pungutannya belum mencapai target segera koordinasi ke BKD agar dirumuskan jalan pemecahan masalahnya. Terlebih BKD akan melakukan uji petik terhadap realisasi PAD sebelum tutup buku akhir tahun guna memastikan penyebab tidak tercapainya target PAD yang dibebankan kepada masing-masing OPD pemungut. ‘’Hasil realisasi pemungutan PAD ini nanti akan kami sampaikan ke Pak Bupati sebagai laporan sekaligus bahan evaluasi bersama,’’ terang Erik.

Berbeda dengan kondisi ketiga OPD itu, 4 OPD justru berhasil memungut PAD melebihi target. Diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes) yang berhasil memungut PAD Rp 31,4 juta dari target Rp 13,3 juta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang memungut PAD Rp 21,2 juta dari target Rp 15 juta dan Sekretariat Daerah (Setda) yang memungut PAD Rp 11,5 juta dari target Rp 5 juta. Terakhir Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) berhasil memungut PAD Rp 75,4 juta dari target Rp 40 juta.

Sementara dua OPD lainnya sudah memungut PAD lebih 50 persen. Masing-masing Badan Keuangan Daerah telah memungut PAD Rp 16,6 miliar dari target Rp 21,5 miliar serta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRHub) yang memungut PAD Rp 85 juta dari target Rp 125 juta.(sca)

Berita Lainnya

Minta Camat Usulkan Pjs Kades Nangai Amen

PELABAI – Kekosongan jabatan pimpinan di Desa Nangai Amen, Kecamatan Lebong Utara pascaditahannya DC (38) ...

error: Content is protected !!