Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Lebong / Garlantas Meningkat, Total 410 Pelanggaran

Garlantas Meningkat, Total 410 Pelanggaran

OPS ZEBRA NALA: Anggota Sat Lantas Polres Lebong melakukan pemeriksaan setiap kendaraan melintas dalam razia beberapa waktu lalu,(foto: aris/rb).

PELABAI – Dalam Operasi Zebra Nala 2019 yang digelar Polres Lebong 14 hari terhitung Rabu (23/10) hingga Selasa (5/11), terjaring 385 kendaraan yang pengendaranya melanggar tertib lalu lintas. Mulai dari tidak mengenakan helm, tidak pakai sabuk pengaman, atribut tak lengkap serta dokumen kendaraan tidak lengkap. Atas pelanggaran itu, Satlantas Polres Lebong mengambil tindakan tilang 89 SIM, tilang 182 STNK dan mengamankan 114 unit kendaraan. Termasuk terguran terhadap 25 pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

Dibanding Operasi Zebra Nala tahun 2018, tingkat kesadaran lalu lintas masyarakat Kabupaten Lebong menurun. ‘’Soalnya garlantas (pelanggaran lalulintas) yang terjaring Operasi Zebra tahun kemarin (2018, red) hanya 342 pengendara,’’ ujar Kapolres Lebong, AKBP. Andree Ghama Putra, SH, S.IK melalui Kasat Lantas, Iptu. Panehan Washington Simamora.

Jika dikalkulasikan, pelanggaran lalu lintas naik 12,57 persen. Sedangkan teguran turun 20 persen. Namun meningkatnya garlantas tidak serta merta dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang menurun. Jumlah kendaraan yang terjaring operasi tahun ini dengan tahun lalu, dipastikan juga ada selisih. ‘’Bisa jadi dalam operasi kali ini lebih banyak kendaraan yang melintas dan terjaring operasi,’’ ungkap Panehan.

Namun dibanding tahun 2018, jumlah pelanggaran dari kalangan anak di bawah umur menurun. Jumlahnya hanya 89 atau 23 persen total pelanggaran. Sementara tahun 2018 mencapai 60 persen. Artinya sosialisasi Polres Lebong terkait larangan mengendarai kendaraan bermotor bagi anak bawah umur, didengar masyarakat. ‘’Alhamdulillah kesadaran para orangtua dalam memperhatikan keselamatan anaknya meningkat,’’ tukas Panehan.

Dengan berakhirnya Operasi Zebra, Panehan minta masyarakat Kabupaten Lebong semakin meningkatkan kesadaran dalam tertib lalulintas. Bukan sebaliknya. Soalnya budaya masyarakat selama ini hanya tertib saat mulai dilakukan razia kendaraan saja. ‘’Tanamkan kesadaran tertib lalulintas itu kewajiban. Ingat kecelakaan lalulintas selalu diawali pelanggaran,’’ tutup Panehan.

Dari 385 pelanggaran, 358 diantaranya merupakan pelanggaran kendaraan jenis motor. Pelanggaran roda empat 27 unit dengan rincian 6 mobil penumpang, 4 bus dan 17 mobil pengangkut barang.(sca)

Berita Lainnya

Minta Camat Usulkan Pjs Kades Nangai Amen

PELABAI – Kekosongan jabatan pimpinan di Desa Nangai Amen, Kecamatan Lebong Utara pascaditahannya DC (38) ...

error: Content is protected !!