Minggu , 15 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / Pemilik Tambak Udang jadi Tersangka

Pemilik Tambak Udang jadi Tersangka

GARIS POLISI: Anggota Polres Kaur memasang garis polisi di lokasi tambak udang di Parda Suka Kecamatan Maje,(foto: albertus/rb).

KOTA BINTUHAN –  Penyidik Tipiter Polres Kaur Rabu (6/11) kembali mendatangi tambak udang milik Ad untuk melakukan pengambilan barang bukti (BB). Hal itu terkait dengan penyidikan yang dilakukan Polres Kaur atas usaha budidaya tambak udang yang tidak memiliki SIUP di wilayah Desa Parda Suka Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

Tidak hanya mengambil BB saja, bahkan tadi malam, penyidik sudah menetapkan Ad selaku pemilik tambak udang menjadi tersangka. Usai ditetapokan tersangka, ia pun langsung ditasan di Polres Kaur. “Ya malam ini (Tadi malam, red) sudah tersangka dan sudah kita tahan,” singkat Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S,IK melalui Kasat Reskrim, Iptu. Ahmad Kairuman tadi malam.

Sebelumnya Polres Kaur juga melakukan kegiatan pemasangan garis polisi terhadap berbagai kegiatan di tambak tersebut. Mulai doi gudang pakan udang, kemudian gudang mesin genset dan juga tempat penyedotan air laut ke tambak dan sebagainya. Serta melakukan penyitaan BB yang kemudian dibawa ke Mapolres Kaur.

Ada pun barang yang disita berupa satu karung pakan udang, satu bungkus vitamin udang milik tambak. Kemudian 2 unit generator, satu unit mesin pompa air dari kolam tadon menuju ke kolam budiaya. Kemudian dua unit mesin sedot air laut juga disita, satu unit kincir dan sekitar 38 ekor udang.

Kegiatan penyitaan BB di tambak udang milik Ade dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kaur Iptu Ahmad Kairuman, M.Si yang juga disaksikan pemilik tambak udang yaitu Ad. “Tidak semua lokasi tambak kita pasangi garis polisi, hanya beberapa titik saja. Seperti tempat pakan uang, mesin genseget dan sebagainya,” kata Ahmad Kairuman.

Untuk diketahui Ad pemilik tambak sudah dua kali dipanggil oleh penyidik Tipiter. Nnamun panggilan pertama tidak datang. Panggilan kedua baru ia datang Rabu (6/11) setelah menjalani pemeriksaan di unit tipiter siang kemarin hingga sore penyidik langsung ke TKP.

Sementara itu Ad usai menjalani pemeriksaan di unit Tipiter Polres Kaur mengatakan, kalau tambaknya adalah milik perorangan bukan PT atau CV sehingga dirinya bingung telah diperiksa oleh penyidik. Bahkan mengakibatkan usahanya saat ini terbengkalai. “Kita ini perorangan bukan PT ini mau disamakan dengan PT jelas tidak bisa. Namun kita tetap mengikuti prosedur ini saja. Karena tambak kita itu kurang dari 5 hektare dan belum mampu jadi PT karena biayanya,” kata Ad kepada RB.

Sementara dari hasil pemeriksaan  yang dilakukan penyidik beberapa waktu yang lalu luas tambak mencapai 5 hektare dan mempunyai 7 kolam budidaya dan 1 kolam tondan. Namun sampai saat ini tambak tersebut belum mempunyai Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP). Dan saat ini tambak tersebut sedang melakukan pembesaran udang di sekitar 5 tambak yang ada.(cik)

Berita Lainnya

Bertabrakan dengan Mobil Kepala Samsat Kaur, Pelajar Tewas

KOTA BINTUHAN– Laka lantas merenggut nyawa kembali terjadi di Desa Sulauwangi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten ...

error: Content is protected !!