Minggu , 19 Januari 2020
Home / Borgol / Terdakwa Penipuan CPNS Berniat Kembalikan Uang

Terdakwa Penipuan CPNS Berniat Kembalikan Uang

BERJANJI: Terdakwa penipuan CPNS Kemenkumham, Yuliana (kiri) bersama tim penasihat hukumnya menyimak keterangan saksi dalam persidangan Rabu (6/11). (foto:yudi/rb)

BENGKULU –  Yuliana (56) terdakwa penipuan CPNS Kementerian Hukum dan HAM berjanji akan mengembalikan uang korban dalam bulan November ini. Tapi tak sekaligus melainnya dengan cara dicicil. Disampaikan langsung Yuliana, mantan pejabat di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bengkulu Utara ini di hadapan majelis hakim diketuai Immanuel,SH.,MH, Rabu (6/11). Total uang yang telah diambil terdakwa dari kedua korban Tindang Sihite dan Elfrida Tampubolon Rp 210 juta.

Sidang kemarin juga menghadirkan saksi korban, Tindang Sihite. Dari keterangan yang diberikannya selama persidangan bahwa kejadian bermula saat terdakwa menelepon dirinya dan mengabarkan akan ada penerimaan CPNS di bulan Desember 2017.  Terdakwa mengatakan dapat membantu dan memfasilitasi anak korban atau keluarganya lolos dalam tes. Hingga akhirnya terdakwa meminta uang dari Tindang Sihite Rp 40 juta dan dari korban lainnya, Elfrida Rp 170 juta. “Percayalah sama saya, seandainya tidak lolos maka tidak ada kurang sepeserpun uang akan dikembalikan,” ujar Tindang Sihite menirukan perkataan terdakwa.

Dikatakan Tindang Sihite, hubungannya dengan terdakwa cukup baik, maka ia percaya kalau terdakwa bisa membantunya. Namun setelah mendapati anaknya dan anak Elfrida tidak lolos tes, uang tidak juga dikembalikan, masalah ini dilaporkan ke Polda Bengkulu.

“Dari awalnya kami bertemu, dia sudah menawarkan dan menjanjikan dapat membantu meloloskan tes cpns, karena janji itu tadi makanya kami percaya dan menyerahkan uang,” ungkapnya.

Sementara terdakwa di depan majelis hakim berjanji akan mengembalikan uang Elfrida sebesar Rp 25 juta dan uang Tindang Sihite Rp 3 juta. Paling lama pengembalian tersebut akhir bulan ini. Oleh karena itu majelis hakim meminta kepada korban untuk memberikan informasi apabila uang sudah dikembalikan.

Penasihat Hukum terdakwa, Nelly Enggreni, SH mengatakan dalam persidangan ini pihaknya a terus melakukan penggalian informasi. Hal ini mengingat adanya pihak lain yang terlibat terputus dari kedua korban yang tidak mengetahuinya. Ia pun mengatakan bahwa dalam hal ini kliennya juga merupakan korban dan tidak sedikitpun menikmati uang dari kedua korban. Adapun yang menikmati dan menipunya adalah seorang pria bernama Su yang mengaku mempunyai koneksi besar di Kemenkumham. “Klien saya ini juga korban karena ikut tertipu. Yang menipunya berada di Jakarta sana, namun klien saya tetap beritikad baik akan mengembalikan uang para korban,” pungkasnya.(cup)

Berita Lainnya

Pemuda Bentiring Ditemukan Tewas Gantung Diri

BENGKULU – Sabtu (18/1) malam warga Kelurahan Benting,  Kota Bengkulu dihebohkan dengan ditemukannya  pemuda berinisial, ...