Jumat , 13 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / Giliran Tim Verifikasi Kecamatan Diperiksa

Giliran Tim Verifikasi Kecamatan Diperiksa

Arief Hidayat

KOTA BINTUHAN –  Penyelidikan atas dugaan korupsi dana desa Gramat Kecamatan Kinal terus berlanjut. Setelah bendahara desa dan pendamping desa, Kamis (7/11) penyidik memeriksa tim verifikasi Kecamatan Kinal. Terkait dengan pekerjaan fisik yang didanai melalui dana desa di Desa Gramat.

Tim verifikasi kecamatan Kinal ini adalah tim  yang bertanggung jawab melakukan verifikasi setiap pekerjaan dan penggunaan dana desa di seluruh desa di Kecamatan Kinal. Sementara pada tahun 2018, dana desa Gramat banyak tidak selesai pekerjaannya. Bahkan terindikasi fiktif seperti laporan yang diterima penyidik Tipikor Polres Kaur.

“Untuk tim verifikasi dari pihak Kecamatan Kinal sudah kita periksa keterangannya sama dengan yang lain. Tidak mengetahui adanya bangunan gedung desa dan kami akan terus mendalami kasus ini. Karena tidak mungkin tim verifikasi yang sudah melakukan persetujuan pencairan dana berikutnya namun tidak mengetahui ada atau tidak fisiknya,” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S,IK melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Kairuman, M.Si.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menerangkan kalau pemeriksaan ini tidak hanya fokus pada bangunan fisik dari dana desa Gramat.. Namun prosedur pencairan yang bisa lolos juga akan dilirik oleh pihak Polres Kaur. Karena tidak menutup kemungkinan varifikasi yang dilakukan selama ini tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Prosesnya kalau kita lihat sudah tidak sesuai SOP jadi ini akan terus kita dalami lagi. Makanya dalam waktu dekat kita akan bersama Inspektorat turun ke lapangan melakukan pengecekan di Gramat, terkait item yang ada di RAB apakah sudah sesuai atau tidak,” pungkas Kasat Reskrim Polres Kaur.

Total dana desa Gramat tahun 2018 sebesar Rp 803 juta yang terbagi untuk pemberdayaan sebesar Rp 140,7 juta dan pembangunan Rp 534 juta lebih. Untuk penyelenggaraan pemerintah desa Rp 128 juta lebih. Dari data yang ada dialokasikan untuk pembangunan pembukaan jalan Rp 84 juta, gedung kantor desa Rp 364,7 juta, pembangunan tembok penahan Rp 60,2 juta dan pembangunan siring pasang Rp 24,7 juta.

Dugaan sementara pembangunan gedung desa tidak dilaksanakan, termasuk juga siring pasang dan tembok penahan. Sehingga dilaporkan ke penyidik Sat Reskrim Polres Kaur. Dari hasil pemeriksaan terungkap ada Silpa dana desa tahun 2017 yang masuk tahun 2018 sebesar Rp 35 juta. Silpa tersebut sudah dicairkan oleh mantan kades. Namun sayang dana tersebut tidak jelas peruntukannya, dugaan sementara tidak dibangunkan sesuai peruntukannya.

Kepala Inspektorat Kaur Three Marnope saat dikonfirmasi mengaku belum turun ke Gramat namun pihaknya sudah koordinasi dengan pihak Polres Kaur.

“Kita sudah koordinasi untuk sama-sama turun cek fisik langsung Dana Desa 2018 di Desa Gramat. Namun kapan waktunya kita tunggu informasi dari Polres Kaur,” pungkas Three Marnope. (cik)

Berita Lainnya

Tempo 30 Menit, Rumah Ludes Terbakar

KOTA BINTUHAN – Hanya tempo sekitar 30 menit pasca diduga terjadinya korsleting listrik, rumah milik ...

error: Content is protected !!