Kamis , 14 November 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Jadi Tenaga Verifikator

Jadi Tenaga Verifikator

Edi Suntono

MUKOMUKO – PNS pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mukomuko dinobatkan jadi tenaga verifikator untuk pendaftaran pelamar CPNS. Jumlahnya sebanyak 25 orang.

Mereka jadi penentu lengkap tidaknya dan cocok atau tidaknya berkas yang diupload oleh pelamar. Ini dikemukakkan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Mukomuko, Edi Suntono, SH.

“Sekantor ini kita jadikan seluruhnya verifikator, kecuali kepala badan. Tapi jika beliau juga mau, bisa juga,” kata Edi.

Pengerahan PNS sekantor itu, lantaran masa dan akses verifikasi hanya dibuka Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi selama masa pengumuman penerimaan dan pendaftaran pelamar.

Lewat dari tanggal yang ditetapkan, panitia kabupaten tidak dapat mengakses web sscasn tersebut. “Lewat dari itu, kita pun tidak bisa apa-apa. Karena akses distop oleh Badan Kepegawaian Negara,” kata Edi.

Dijelaskan, pelaksanaan computer assisted test penerimaan CPNS kali ini, tidak lagi menggunakan server ujian nasional berbasis komputer. Tapi menggunakan server Badan Kepegawaian. Dengan jumlah komputer yang disiagakan harus 100 unit. Semua komputer tersebut harus satu lokasi.

“Tak lagi libatkan server UNBK. Servernya langsung dari Badan Kepegawaian Regional Palembang yang datang ke Mukomuko. Terus ketentuan baru, lokasi ujian harus satu tempat. Dan harus tersedia 100 komputer,” jelas Edi.

Ditambahkannya, untuk syarat pendaftaran melamar CPNS tahun ini dipastikan tanpa perlu lembar kartu pencari kerja alias kartu kuning. Kemudian, pelamar nantinya akan mengetahui berkasnya sudah tepat apa belum. Dan bisa diperbaiki dengan mendatangi langsung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Mukomuko.

“Kartu kuning tidak perlu. Itu baru akan diminta setelah ditetapkan lulus. Kemudiaan saat melakukan pemberkasan,” jelas Edi.

Kabupaten Mukomuko dapat kuota penerimaan CPNS 70 orang. Bertambah 11 kuota dari sebelumnya hanya 59 orang. Tambahan 11 kuota itu seluruhnya untuk formasi tenaga teknis fungsional. Jadi penerimaan untuk tenaga teknis fungsional total menjadi 47 orang.

Sebelumnya formasi ini jatahnya hanya 36 orang. Sedangkan formasi lainnya kuotanya tidak berubah. Yakni tenaga guru khusus bimbingan konseling sebanyak 3 orang. Dan tenaga kesehatan sebanyak 20 orang.(hue)

Berita Lainnya

58 Keluarga Tertolak Program Bantuan Pangan Non Tunai

MUKOMUKO – Sebanyak 58 keluarga penerima manfaat tertolak Program Bantuan Pangan Non Tunai. Bermasalahnya 58 ...

error: Content is protected !!