Selasa , 12 November 2019
Home / Berita utama / Tunggakan Iuran Peserta BPJS Rp 72,68 Miliar, Warga Kota Terbanyak

Tunggakan Iuran Peserta BPJS Rp 72,68 Miliar, Warga Kota Terbanyak

BENGKULU – Tunggakan iuran peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu per Oktober mencapai Rp 72,689 miliar dengan total jumlah peserta menunggak ada 148.683 jiwa. Tersebar di 6 kabupaten/kota, yaitu paling banyak di Kota Bengkulu 51.992 peserta, menyusul Mukomuko ada 28.988 peserta.

Lalu Seluma ada 24.792 peserta menunggak iuran, Bengkulu Tengah ada 18.476 peserta, Bengkulu Selatan ada 13.166 peserta, dan Kaur sebanyak11.269 peserta menunggak iuran. Peserta yang menunggak ini semuanya berasal dari peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal peserta mandiri, dari total peserta PBPU 235.624.

“BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu ini menaungi wilayah di 6 kabupaten/kota, yaitu Kota Bengkulu, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan dan Kaur,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dr. Adian Fitria, AAAK melalui Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik Mitra Akbar, SE, AAAK.

Sedangkan empat kabupaten lagi, yaitu Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, dan Bengkulu Utara itu masuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Curup. Sehingga untuk data tunggakan iuran peserta BPJS di 4 kabupaten lagi tidak ada di BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu. “Kita gak punya data tunggakan iuran peserta untuk kabupaten yang dibawah nauangan BPJS Kesehatan Cabang Curup,” terang Mitra.

Mitra menerangkan peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan dari segemen PBPU atau peserta mandiri yang menunggak ini terdiri dari kelas I, II, dan III. Terbanyak tunggakan iuran berasal dari peserta kelas III. Untuk di Kota Bengkulu dari total peserta yang menunggak ada 51.992 jiwa diantaranya 34.485 jiwa merupakan peserta kelas III, kelas II sebanyak 10.735 jiwa dan kelas I ada 6.772 jiwa.

Lalu di Kabupaten Mukomuko ada 28.988 peserta menunggak, yaitu kelas III sebanyak 22.287 peserta, kelas II sebanyak 4.505 peserta, dan kelas I ada 2.196 peserta. Di Kabupaten Seluma ada 24.792 peserta menunggak iuran berasal dari kelas III sebanyak 21.459 peserta, kelas II sebanyak 2.481 peserta, kelas I sebanyak 852 peserta. Kemudian di Bengkulu Tengah ada 18.476 peserta menunggak berasal dari kelas III ada 16.334 peserta, kelas II ada 1.624 peserta, dan kelas I ada 518 peserta.

Sementara di Bengkulu Selatan ada 13.166 peserta menunggak iuran, terdiri dari peserta kelas III sebanyak 10.460 jiwa, kelas II ada 1.664 peserta dan kelas I ada 1.042 peserta. Untuk di Kabupaten Kaur ada 11.269 peserta PBPU menunggak, diantaranya 9.916 berasal dari peserta kelas III, 916 dari peserta kelas II dan 437 peserta kelas I. “Total 6 kabupaten/kota ini ada 148.683 peserta mandiri yang menunggak, dengan nilai tunggakan iuran yang mencapai Rp 72,689 miliar,” sambung Mitra.

Mitra menerangkan total kepesertaan JKN KIS BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu ini mencapai 980.263 jiwa tersebar di 6 kabupaten/kota. Terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) bersumber dari APBN sebanyak 411.882 peserta, dan bersumber dari APBD sebanyak 83.980 peserta.  Sedangkan jumlah peserta non PBI ada 484.401 jiwa (diantaranya ada pekerja penerima upah, PBPU).

“Kenapa menunggak itu banyak faktor. Visi dari BPJS itu memberikan jaminan kesehatan yang berkualitas dan tanpa diskiriminasi. Jadi kalau masyarakat ada keluhan terkait pelayanan kesehatan ketika menggunakan kartu JKN-KIS bisa melapor ke nomor layanan BPJS 1500400,” imbuhnya.

23 Ribu Peserta Ditanggung Pajak Rokok

Sementara itu, Pemprov Bengkulu berencana mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar untuk pelayanan kesehatan khususnya BPJS. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang mengatur untuk pembiayaan jaminan kesehatan nasional. Direncanakan Rp 12 miliar ini akan akan digunakan untuk kembali mengaktifkan kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan yang menunggak sebanyak 23 ribu peserta mandiri, dari total peserta 174 ribu se Provinsi Bengkulu

Kepala Dinas Keseharan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menerangkan alokasi Rp 12 miliar untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan dari segmen PBPU yang menunggak, dengan cara membayarkan premi atau iuran. Ada sekitar 23 ribu peserta mandiri selama 1 tahun kedepan pada tahun 2020 akan ditanggung melalui program Jamkesda Provinsi yang anggarannya berasal dari dana bagi hasil pajak rokok tahun ini.

“Se Provinsi Bengkulu ini ada sekitar 174 ribu peserta mandiri yang menunggak, tapi yang bisa kita tanggung preminya dari dana Rp 12 miliar ini hanya sekitar 23 ribu, nanti dinkes akan menetapkan kuotanya untuk perkabupaten/kota,” ujar Herwan.

Sedangkan untuk data penerimanya, sambung Herwan, sudah tersedia di BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dan Cabang Curup. Nantinya alokasi 23 ribu ini akan dibagi ke 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. “Kita sampaikan kuotanya ke pihak BPJS, nanti data penerimanya akan kita terima dari BPJS karena BPJS yang punya dasarnya,” demikian Herwan. (key)

Berita Lainnya

Dua Formasi CPNS 2019 Kabupaten Lebong Untuk Penyandang Cacat

PELABAI – Dari 100 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan dibuka Pemerintah Kabupaten ...

error: Content is protected !!