Jumat , 21 Februari 2020
Home / Metropolis / Kebut Penyusunan Rencana Kerja Anggaran

Kebut Penyusunan Rencana Kerja Anggaran

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Penyampaian nota penjelasan oleh Gubernur Bengkulu atas Raperda tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Bengkulu Tahun 2020, tinggal menghitung hari. Diagendakan oleh DPRD Provinsi Bengkulu pada 19 November mendatang. Sehingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov harus mengebut penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

“Tadi (kemarin, red) sudah kita serahkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) ke masing-masing kepala OPD. Setelah kita serahkan pagu plafon anggaran 2020 maka OPD menindaklanjutinya dengan membuat RKA,” kata Penjabat (Pj) Sekdaprov, Hamka Sabri ditemui usai penyerahan DIPA di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, Senin (11/11).

Lanjut Hamka, setelah penyusunan RKA selesai selanjutnya gubernur akan menyampaikan nota keuangan atau nota penjelasan atas Raperda tentang RAPBD Provinsi Bengkulu Tahun 2020 kepada DPRD Provinsi Bengkulu. Setelah nota penjelasan disampaikan selanjutnya akan dilaksanakan pembahasan di komisi DPRD.

“Selesai RKA kita sampaikan tanggal nota keuangan ke dewan. Setelah itu pembahasan komisi, dan tanggal 27 November direncanakan ketok palu APBD 2020. Paling lambat tanggal 30 November sesuai deadline,” bebernya.

Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang sudah disepakati oleh TAPD dan DPRD periode lama, proyeksi APBD Provinsi Bengkulu tahun 2020 untuk pendapatan sebesar Rp 3,109 trilun dan belanja Rp 3,160 triliun. Besarnya belanja dibandingkan pendapatan membuat APBD 2020 defisit Rp 51,025 miliar. Akan tetapi defisit ini bisa ditutupi dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 101, 025 miliar dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

“Untuk tahun 2020 fokus kita masih melanjutkan program pembangunan tahun 2018 baik fisik maupun rencana-rencana rutin OPD. Juga tentunya fokus kita terhadap kelanjutan program strategis nasional yang saat ini sudah berjalan,” sambung Hamka.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA tahun 2020 masih konsen dengan pembenahan insfrastruktur, dan program strategis bersifat nasional. Mulai dari penataan kawasan wisata di perkotaan, peningkatan ruas jalan provinsi, melanjutkan program strategis yang sudah berjalan, pengelolaan birokrasi bersih dan produktif.

Ada 10 program yang dirancang oleh pemerintahan Gubernur Rohidin. Meliputi, penataaan kawasan Danau Dendam Tak Sudah, penataan dan revitalisasi Mess Pemda, penyelesaian peningkatan ruas jalan provinsi di kabupaten/kota, penataan dan pengembangan kawasan Pantai Panjang, pengembangan Bandara Fatmawati, penetapan dan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai. Kemudian, melanjutkan tahapan pembangunan Jalan Tol Pulau Baai – Lubuk Linggau, pengelolaan dan pemasaran produk unggulan terutama kopi dan pabrik minyak goreng, pelaksanaan event Wonderful Bengkulu 2020, dan pengelolaan birokrasi yang bersih dan produktif.

“Untuk program prioritas Pemprov Bengkulu tahun depan tetap melanjutkan target-target yang belum selesai tahun 2019. Juga sesuai dengan arahan pimpinan bahwa seluruh seluruh infrastruktur provinsi harus tuntas, dan proyek-proyek strategis tetap menjadi prioritas utama,” tambah Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri.

Waka I DPRD Provinsi Bengkulu, Samsu Amanah menambahkan, menjelang akhir tahun 2019 ini setidaknya ada 22 agenda dewan yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Banmus). Seperti ada kegiatan reses dewan, orientasi anggota DPRD alias Bimtek, peringatan HUT Provinsi Bengkulu, pembahasan APBD 2020 hingga pembahasan Raperda usulan gubernur. Sedangkan orientasi anggota dewan yang jadwalnya mengikuti dari Kemendagri dibagi dalam 2 tahap, mulai 4-8 November, dan 11-15 November.

Kemudian 18 November rapat paripurna istimewa memperingati HUT Provinsi Bengkulu. Selanjutnya langsung dilakukan pembahasan APBD 2020, dengan agenda penyampaian nota penjelasan oleh Gubernur Bengkulu atas Raperda tentang RAPBD Provinsi Bengkulu Tahun 2020 pada 19 November. “Pembahasan RAPBD tahun 2020 kita mulai setelah penyampaian nota keuangan oleh gubernur,” demikian Samsu. (key)

Berita Lainnya

Ditertibkan dan Dibangun Auning Baru, Pedagang Pasar Panorama Masih Jualan di Jalan

BENGKULU– Relokasi pedagang Pasar Panorama yang dilakukan Pemda Kota beberapa waktu lalu, tidak membuat Pasar …