Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Tanah Dirusak, Kades Ketaping Dipolisikan

Tanah Dirusak, Kades Ketaping Dipolisikan

TUTUP: Lahan yang sudah digusur untuk proyek pembangunan jalan ditutup pemilik lahan. (foto:rio/rb)

MANNA – Warga Rukis, Kecamatan Kota Manna,  Gunawan (45) mendatangi Satreskrim Polres Bengkulu Selatan. In sambangi Polres, karena tanah miliknya yang berada di Desa Ketaping dirusak akibat pembagunan jalan.

Tidak terima, Gunawan  memilih melaporkan Kades Ketaping Saidi ke Polres Bengkulu Selatan, Senin (11/11). Karena, dianggap telah membiarkan kontraktor merusak tanahnya.

Kepada RB Gunawan menjelaskan, bahwa tanah miliknya di Desa Ketaping, sengaja dirusak kontraktor proyek pembangunan jalan CV Tri Sakti. Lantaran tidak izin terlebih dahulu padanya, Gunawan mengaku kecewa pada Kades Ketaping dan pihak kontraktor.

Diakui Gunawan, dia sempat menanyakan pada kades terkait soal proyek pembagunan jalan sentra produksi pertanian itu, yang sempat tanah miliknya. Tetapi kata Kades, sebelum  eksekusi pembangunan jalan, jauh-jauh hari sudah digelar sosialisasi.

‘’Ya, saya tidak terima tanah saya digusur sepanjang 17 meter dan lebar 6 meter serta seisi tanah banyak yang dirobohkan. Selain itu Kades tidak ada izin dengan saya dulu. Kalau ada izin pasti ada buktinya. Makanya saya lapor ke Polres  terkait pengerusakan tanah tanpa izin ini,” tegas Gunawan.

Lebih lanjut dikatakan dirinya bukan tidak setuju pembangunan jalan di Desa Ketaping. Hanya saja, cara dan etika dari pemerintah setempat tidak izin dulu dengannya.

‘’Sebenarnya bukan tanah saya sendiri yang dirusak. Namun masih ada tanah warga lain. Tapi yang bersangkutan tidak melapor. Saya membranikan diri untuk melapor. Jika tidak tuntas masalah ini di kabupaten, saya siap mengadukannye ke provinsi,” jelasnya.(tek)

Berita Lainnya

Program Replanting Sawit

KOTA MANNA – Sosialisasi peremajaan kelapa sawit terus dilakukan oleh Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, ...

error: Content is protected !!