Jumat , 24 Januari 2020
Home / Daerah / Curup Pos / Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Minta Bantuan Provinsi

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Minta Bantuan Provinsi

Denni

CURUP – Hingga saat ini, persoalan ‘sengketa PDAM’ Kabupaten Rejang Lebong dengan Kota Lubuk linggau Provinsi Sumatera Selatan belum juga terselesaikan. Ini terkait masalah pengelolaan air bersih sekaligus pendistrbusian air bersih PDAM di wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding khususnya.

Diketahui pengelolaannya saat ini memang di bawah wewenang PDAM Kota Lubuklinggau. Meskipun masyarakat disana masih tetap bisa menikmati, namun belakangan masyarakat mengeluh. Lantaran air dialirkan secara begiliran dan masyarakat di wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding dapat giliran malam hari.

Untuk itulah, Pemkab Rejang Lebong sedang melakukan upaya untuk meminta bantuan kepada Pemprov Bengkulu. Karena hal ini sudah menyangkut hubungan antara dua wilayah provinsi, yaitu Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan. Apalagi dulunya pemerintah sumatera selatan memang meminta atau mengambil sumber air Rejang Lebong dengan melalui surat dan perjanjian.

‘’Inilah yang akan kita cari dan telusuri dulu. Sebenarnya dari Pemkot Lubuk Linggau, masyarakat kita juga diberikan kesempatan untuk tetap memanfaatkannya. Jadi tidak benar kalau disebut ‘kita yang punya air, tapi orang yang memanfaatkannya’. Tapi memang sebelumnya sudah ada jalan ceritanya sehingga mengapa Lubuk Linggau yang mengelola sumber air tersebut,’’ terang Sekda Rejang Lebong R.A. Denni, SH, MM kepada Rakyat Bengkulu Selasa (12/11).

Untuk itulah, lanjut Denni, mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemprov Bengkulu untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tersebut. Karena dokumen perjanjian maupun kesepakatan tersebut sudah antar provinsi. ‘’Jadi sekali lagi, permasalah ini akan kita upayakan diselesaikan di tingkat provinsi,’’ sambung Denni.

Ditambahkan Denni, terkait banyaknya keluhan masyarakat soal macetnya penyaluran air bersih dari PDAM kepada pelanggan, sudah dipertanyakan kepada pihak PDAM. Kendalanya pertama karena memang kondisi alam yang menyebabkan banyak sumber air yang mengering, namun begitu air tetap didistribusikan meskipun dengan pola bergantian.

‘’Selain itu, PDAM juga memberikan alternatif lain kepada pelanggan khususnya yang memang membutuhkan air bersih mendesak dengan mengirim tanki air bersih. Jadi bukan kita tidak menanggapi keluhan masyarakat terkait masalah pendistribusian air bersih tersebut. Jadi kita berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini,’’ imbuh Denni. (dtk)

Berita Lainnya

Bid Dokkes Polda Bengkulu Cek DNA dan Periksa Tulang Tengkorak Pelajar yang Diduga Astrid Aprilia

CURUP – Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK bersama dan Dandim 0409/RL Letkol ...

error: Content is protected !!