Jumat , 13 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 33.040 Anak Di Kepahiang Belum Miliki Kartu Identitas Anak

33.040 Anak Di Kepahiang Belum Miliki Kartu Identitas Anak

PELAYANAN: Tampak petugas di Dinas Dukcapil Kabupaten Kepahiang sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengurus data kependudukan,(foto: arie/rb).

KEPAHIANG – Pelaksanaan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Kepahiang, tampaknya belum terealisasi secara maksimal. Pasalnya dari 42.761 jumlah anak wajib KIA, hanya 9.721 anak yang sudah memiliki KIA, yang artinya sebanyak 33.040 anak belum memiliki KIA. Hal ini disebabkan hingga saat ini Dinas Dukcapil Kepahiang masih kekurangan tinta cetak, untuk bisa menerbitkan KIA.

Diungkapkan Kabid Pelayanan Dinas Dukcapil Kepahiang Oly Stupeu, SH, pihaknya sudah mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengadaan tinta cetak KIA, namun dari pemerintah pusat baru bisa melakukan pengadaan tinta cetak KIA pada tahun 2020 mendatang.

“Ya mau gimana lagi, tintanya tidak ada sehingga kita tidak bisa melakukan pencetakan. Koordinasi dengan pemerintah pusat sudah kita lakukan, dan pengadaannya baru bisa di tahun 2020 mendatang,” ungkap Oly.

Untuk tahun 2020 mendatang, Oly mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan pencetakan KIA kepada 33.040 anak yang belum memiliki KIA. Kendati ia menyadari angka jumlah anak-anak di Kabupaten Kepahiang pada tahun tersebut meningkat dibanding tahun ini, namun ia menegaskan pihaknya lebih memprioritaskan pembuatan KIA kepada anak-anak yang sudah memiliki akte kelahiran saja.

“Memang jumlah wajib KIA ini juga dipengaruhi oleh angka kelahiran. Namun kendati demikian, bagi anak-anak yang belum memiliki akte kelaharan, kita tidak bisa menerbitkan KIA-nya. Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat yang anaknya belum memiliki akte kelahiran, agar segera mengurusnya ke Dinas Dukcapil Kepahiang,” ungkapnya.

Untuk angka pembuatan akte kelahiran selama tahun 2019 ini, Oly mengatakan sudah berada di angka 93,93 persen atau 43.371 anak dari jumlah anak 46.067 jiwa. Sementara jumlah anak yang belum memiliki akte kelahiran mencapai 2.796 orang.

“Kita berharap di tahun 2020 mendatang, masyarakat bisa lebih menyadari pentingnya data kependudukan, baik itu akte kelahiran, KIA, KTP dan dokumen kependudukan lainnya,” demikian Oly.(sly)

Berita Lainnya

Sudah 16 Tim Mendaftar

KEPAHIANG – Turnamen sepakbola Bupati Kepahiang Cup 2019 tinggal hitungan hari lagi untuk digelar, yakni ...

error: Content is protected !!