Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Angka Penerima Program Keluarga Harapan Kembali Berkurang

Angka Penerima Program Keluarga Harapan Kembali Berkurang

KEPAHIANG – Angka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kepahiang, semakin hari semakin berkurang. Bahkan saat ini angka KPM penerima PKH di Kabupaten Kepahiang berkurang tercatat sebanyak 318 KPM.

Diungkapkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PMD) Kabupaten Kepahiang, Ir. Ris Irianto, M.Si, awalnya jumlah keseluruhan KPM PKH di Kabupaten Kepahiang berjumlah 5.785 KPM. Terdiri dari Ibu Hamil (Bumil), Lanjut Usia (Lansia), usia dini, pelajar tingkat SD-SMA sederajat dan disabilitas.

Namun semenjak pemasangan stiker “Keluarga Miskin” diberlakukan oleh Dinsos PMD yang bekerja sama dengan pemerintah desa, tercatat jumlah KPM PKH ini mendadak mengalami pengurangan yang cukup drastis. Bahkan dari jumlah di atas saat ini sudah menurun dan tinggal menyisakan sebanyak  5.467 KPM.

“Sampai saat ini tercatat sebanyak 318 KPM sudah melakukan graduasi mandiri atau mengundurkan diri,” ujar Ris Irianto.

Dikatakannya juga jika sampai dengan pertengahan November ini, tercatat sebanyak 4 desa sudah menerapkan dan memberlakukan pemasangan stiker prasejahtera ini, yakni Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi, Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas, Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang dan Desa Batu Belarik Kecamatan Bermani Ilir.

“Tapi memang sebelum ada pemasangan stiker ini, sejumlah KPM juga sudah ada yang memilih mengundurkan diri karena memang merasa sudah tidak layak lagi,” tuturnya.

Berkaitan dengan penggantinya, Koordinator PKH Kabupaten Kepahiang Arief Muzakar juga mengakui kalau dengan adanya pengunduran diri atau graduasi mandiri ini, otomatis membuat adanya kekosongan pada kuota KPM dengan jumlah yang sama, yakni sebanyak 318 KPM. Untuk pengisian kekosongan ini sendiri Arief mengatakan akan langsung dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Basis Data Terpadu (BDT).

“Saat ini graduasi tersebut sudah kami laporkan kepada kementerian. Nanti untuk data penggantinya kami tunggu dari kementerian,” terangnya.

Berkenaan dengan pemasangan stiker ini, dirinya mengatakan kalau sampai saat ini belum ada pengajuan atau usulan baru dari pemerintah desa atau kelurahan yang mereka terima. Namun dengan dampak positif yang ditimbulkan, Arief mengaku berharap agar pemasangan stiker ini bisa dilakukan seluruh desa dan 12 kelurahan yang ada di Kabupaten Kepahiang.

“Harapannya tidak lain ialah, agar penyaluran Bansos PKH ini bisa lebih efektif ddan sesuai dengan tujuan awalnya. Karena kebanyakan masyarakat memilih untuk bertahan meskipun sudah tidak layak menjadi penerima,” pungkasnya. (sly)

Berita Lainnya

Utamakan Pengalaman Dan Keterampilan

KEPAHIANG – Kompetensi menjadi salah satu indikator yang sangat dipertimbangkan dari peserta lelang jabatan. Diantaranya ...

error: Content is protected !!