Minggu , 8 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Tidak Lulus Tes, Pegawai Tidak Tetap Damkar Dirumahkan

Tidak Lulus Tes, Pegawai Tidak Tetap Damkar Dirumahkan

IKUT TES: Para PTT di Dinas Damkar Bengkulu Tengah kembali mengikuti seleksi untuk menentukan diperpanjang atau tidak masa kerjanya tahun 2020, (foto: fintah/rb).

BENTENG – Seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bengkulu Tengah (Benteng) mulai dilaksanakan Rabu (13/11). Tes meliputi tes fisik, administrasi dan pengetahuan. Namun untuk pengumumannya akan dikeluarkan di akhir bulan November ini.

Kepala Dinas Damkar Bengkulu Tengah, Bambang Irawan, SE, M.Si menjelaskan tahapan tes ini harus diikuti semua PTT yang ada di Dinas Damkar Bengkulu Tengah untuk diperpanjang atau tidak masa kerjanya. “Jumlah PTT kami sebanyak 129 orang,” ujarnya.

Dari jumlah PTT tersebut, jika semuanya lulus dalam pelaksanaan tes, maka bisa kembali bekerja untuk satu tahun ke depan per Januari 2020 hingga akhir tahun 2020. Namun, jika tidak lulus seleksi, maka bisa dirumahkan. “Untuk SK PTT hanya untuk satu tahun,” jelasnya.

Disampaikan Bambang, seleksi dilakukan guna mencari PTT yang siap bekerja dan ditempatkan di seluruh Posko Damkar Bengkulu Tengah. Apalagi untuk honor yang diterima per bulan juga harus diketahui oleh para PTT yakni sebesar Rp 800 ribu, semuanya harus memahami jumlah penghasilan tersebut. Jika memang dianggap tidak mencukupi, maka lebih baik kepada calon PTT tahun depan untuk mundur.

Ditegaskannya, jika sudah mendapatkan SK maka harus siap untuk bekerja. Apalagi di Dinas Damkar yang paling utama adalah pengabdian untuk membantu masyarakat yang mendapatkan musibah.

Dijelaskannya, banyak kendala yang akan dihadapi di lapangan, misalnya kurang diterima oleh masyarakat saat terlambat datang membantu memadamkan api. Hal ini harus dimengerti agar semua calon PTT siap untuk bekerja.

Untuk saat ini, ada sebanyak 6 posko pemadam kebakaran. Yakni di Kecamatan Bang Haji, Pondok Kelapa, Merigi Sakti, Pagar Jati, Taba Penanjung dan Semidang Lagan. Untuk tahun depan posko tersebut semuanya harus aktif. Petugas Damkar harus selalu standby di posko.

Meskipun sarana pemadam kebakaran masih kurang, Bambang tetap optimis pihaknya bisa membantu warga yang mengalami musibah kebakaran. Untuk sarana akan ditingkatkan. “Secara bertahap akan ada penambahan sarana penanggulangan bahaya kebakaran,” ujarnya.(vla)

Berita Lainnya

Hasil Uji Petik, Terminal Pasar Pedati Potensial

BENTENG – Terminal Pasar Pedati dinilai potensial untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi. Hasil ...

error: Content is protected !!