Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Berita utama / Amankan 5.646 Ekor Baby Lobster, Lanal Bengkulu Selamatkan Sumber Daya Ikan Senilai Rp 1,5 Miliar

Amankan 5.646 Ekor Baby Lobster, Lanal Bengkulu Selamatkan Sumber Daya Ikan Senilai Rp 1,5 Miliar

JUMPA PERS : Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Yustus Nasarius Rossi dalam konferensi pers yang digelar di Mako Lanal Bengkulu, Jumat siang (15/11). (foto : hasrul/rb)

BENGKULU–  Hasil pengungkapan Tim F1QR Lanal Bengkulu di kediaman pengepul baby lobster di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur berhasil mengamankan sebanyak 5.646 ekor baby lobster.  Jumlah tersebut setara dengan sumber daya ikan senilai Rp 1,5 miliar. Dari pengungkapan ini, Lanal Bengkulu sudah mengamankan salah seorang yang masih berstatus sebagai saksi berinisial, MS. Sementara untuk pelakunya berinisia, Ba sejauh ini masih dalam proses pengejaran petugas.

Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Yustus Nasarius Rossi dalam konferensi pers yang digelar di Mako Lanal Bengkulu, Jumat siang (15/11) mengungkapkan jika baby lobster yang berhasil diamankan dalam kondisi hidup untuk jenis baby lobster Mutiara sebanyak 256 ekor dan baby lobster jenis Pasir sebanyak 5.290 ekor. Kemudian yang dalam kondisi mati sebanyak 100 ekor untuk jenis mutiara dan pasir.

“Jadi total yang kita dapatkan dari pengepul ini sebanyak 5.646 ekor. Dan apabila ditotal nilai sumber daya alam yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 1,5 miliar,” sampai Danlanal Yustus.

Sekadar diketahui untuk harga baby lobster tersebut untuk jenis pasir seharga Rp 265 ribu per ekor, dan untuk jenis mutiara seharga Rp 320 ribu per ekor. Untuk baby lobster yang masih dalam kondisi hidup ini telah dititipkan di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bengkulu.

Atas perbuatannya pelaku terancam dijerat dengan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah menjadi UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahannnya dan atau Pasal 31 Jo pasal 7 UU RI Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina hewan dan tumbuhan Jo Pasal 55 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” tegasnya.

Untuk motif yang dilakukan dari pelaku pengepulan ini masih dalam proses pendalaman apakah akan dijualkan ke keluar Bengkulu atau bukan. Namun jika dilihat dari jumlahnya yang cukup banyak sangat kecil kemungkinan digunakan untuk konsumsi pribadi. Untuk proses pengusutan selanjutnya pengungkapakan akan diserahkan ke Polda Bengkulu untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Danlanal juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera menghentikan kegiatan pelanggaran hukum tersebut karena selain memang dilarang. Tentu ke depan harapannya lobster ini dapat terus lestari sehingga tetap bisa dinikmati oleh anak-anak cucu kita nanti. “Sebelumnya, juga ada pengungkapan ditemukan sekitar seribu lebih baby lobster ini,” sampainya.

Dalam memberikan keterangan pers tersebut Danlanal juga didampingi pihak dari Balai Karantina, Polda Bengkulu, Dit Polair Polda Bengkulu, Kejaksaan Tinggi Bengkulu, dan unsur maritim lainnya. (zie)

Berita Lainnya

Hasil Sidak Dewan Provinsi, Uji Sampel Air Bahang PLTU Bengkulu Masih Standar Mutu

BENGKULU– Adanya dugaan air bahang PLTU Bengkulu 2×100 MW sebagai penyebab ditemukannya penyu mati dan ...

error: Content is protected !!