Minggu , 26 Januari 2020
Home / Metropolis / Batik Besurek Mesti Ikuti Tren Fashion

Batik Besurek Mesti Ikuti Tren Fashion

BENGKULU – Kain batik besurek, kerap menghadapi gempuran kain jenis lain di tengah industri fashion yang terus maju. Nilai tradisional yang dimiliki kain asli Bengkulu ini, membuat batik besurek dituntut mampu menjadi tuan di negeri sendiri. Batik kain besurek memiliki kekhasan yang tidak dimiliki kain-kain lain yang ada di kepulauan Nusantara.

Owner usaha batik Oase Galery, Fitri Agustina  memastikan kain batik besurek memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan barang jualan bernilai tinggi. Hanya saja kata dia, pengrajin batik, termasuk para pelaku bisnisnya, harus dapat mengikuti tren fashion yang selalu berubah, sehingga model yang dimiliki kain batik besurek selalu mengikuti perkembangan zaman.

Kain batik besurek dituntut pula, memiliki pewarnaan yang berbeda dari warna-warna yang sudah ada, sehingga warna-warna dari kain yang memiliki motif huruf hijaiyah ini, lebih variatif. “Kami di oase untuk pewarnaan banyak memakai warna biru,” ungkapnya.

Menurut dia pengrajin batik dituntut untuk mampu mengkombinasikan motif-motif yang baru yang bukan sekedar motif huruf hijaiyah dan bunga Rafflesia. Kombinasi yang dimaksud adalah seperti bermain variasi garis-garis di dalam motif batik, atau varian-varian lurik, sehingga baik kain beseruk lebih menarik. Oase Galery juga berani mengembangkan kain jenis lain yang menggunakan huruf kaganga asal Rejang Lebong yang biasanya cocok dikombinasikan dengan bunga kibut, sebagai pasangan yang sesuai dengan huruf Kaganga.

Batik kain besurek kata wanita yang terlihat sangat bersemangat bercerita seputar kain batik besurek, harus dimulai dari design kain batik itu sendiri. Dengan memulai design berpola  untuk mempermudah saat akan dikenalkan. Fitri Agustina bersama Oase Galerynya sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2008, dengan jumlah karyawan mencapai 7 orang.

Kini usaha sudah mampu mengkelola omzet mencapai Rp 150 juta per bulan dan kerap berpameran sampai ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia dan Korea.(iks)

Berita Lainnya

Atasi Sampah di Kota, DLH Minta Kontribusi LPM

BENGKULU – Persoalan tumpukan sampah liar di Kota Bengkulu sampai saat ini belum bisa tertangani ...

error: Content is protected !!