Senin , 16 Desember 2019
Home / Borgol / Saksi Ngaku Tak Tahu Bantu Pelarian Pelaku

Saksi Ngaku Tak Tahu Bantu Pelarian Pelaku

TERDAKWA: Herianto (32) dikawal petugas Kejari Bengkulu  saat keluar ruang sidang di PN Bengkulu dalam perkara penyiraman air keras yang mengakibatkan istrinya, Yeta Maryati (35) meninggal dunia. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (14/11) kembali menggelar sidang kasus penyiraman air keras dengan terdakwa Herianto (32). Dia tak lain suami dari korban meninggal dunia Yeta Maryati (35) warga belakang Perumdam RT 10 Kelurahan Kandang Mas. Sidang kali ini cukup menarik perhatian karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan rekan terdakwa, Nova Iska (33) yang membantu  pelaku (terdakwa,red) saat melarikan diri dari Bengkulu ke Kota Padang Sumbar. Dalam kasus ini Nova Iska ikut ditetapkan sebagai tersangka, yang belum lama ini dilakukan pelimpahan tahap II dari penyidik Polres Bengkulu ke JPU Kejari.

Dalam sidang diketuai majelis hakim Arifin Sani, SH, saksi menjelaskan kronologis pelarian Herianto usai menyiramkan air keras ke korban Yeta Maryati.  Berawal pelaku mendatangi Nova Iska menceritakan bahwa ia sudah menyiram istrinya menggunakan air keras karena cemburu istrinya selingkuh. Namun saat menceritakan itu, Herianto mengatakan hanya menyiram sedikit saja. Lalu ia meminta bantuan Nova Iska untuk dicarikan tempat menginap karena sudah kelelahan. Oleh Nova Iska, diantar ke rumah temannya di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Beringin, Padang Jati.

“Setelah mengantarnya saya disuruh pulang. Saat itu saya tak tahu jelas ceritanya karena ia (Herianto) mengaku sedikit saja menyiramkan air keras,” ungkap Nova di persidangan.

Masih menurut Nova Iska, keesokan harinya Herianto kembali menghubunginya dan meminta pertolongan untuk mengambilkan bajunya. Setelah mengantarkan baju, dia  disuruh pulang. Kemudian keesokan harinya lagi, Nova Iska kembali ditelepon Herianto yang meminta agar dapat mengantarkannya ke pangkas rambut.

Sesudah mencukur rambutnya, Herianto minta diantarkan membeli barang-barang berupa masker, kacamata, kaos dan lainnya hingga akhirnya meminta diantarkan ke salah satu travel yang berada di kawasan Unib belang, Jalan WR Soepratman Kandang Limun. “Saya antarkan ke travel. Dia mengaku dicari oleh istrinya. Jujur saya tidak tahu, karena saya pikir dicari istrinya dan dia berniat ke Padang, Saya tida tahu kalau perbuatan saya ini salah, saya minta maaf,” tuturnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Bengkulu, Bertha Camelia, SH mengatakan pada sidang kali ini pihaknya telah memanggil saksi yang jelas mengetahui perkara ini karena membantu upaya kabur terdakwa ke Padang. Bahkan dari keterangan saksi bahwa terdakwa mengakui telah menyiram istrinya dan mengatakan luka-luka di sekujur tubuhnya adalah luka yang didapat ketika berlari dari hotel.

‘’Dari keterangan tadi sudah tergambar bagaimana upaya kabur terdakwa dan pertolongan saksi seperti apa terhadap terdakwa. Semuanya juga  diakui oleh terdakwa. Saksi kali ini adalah yang membantunya untuk kabur, dimana dalam proses pemeriksaan  dia (Nova Iska) juga ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini kita tinggal menunggu persidangannya,” pungkas Bertha Camelia.

Untuk diketahui bahwa sebelum sidang berlangsung, saksi yang dihadirkan yakni Nova Iska, warga Jalan Salak I RT 12 RW 04 Kelurahan Dusun Besar sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bengkulu.  Bahkan, pagi hari sebelum sidang berlangsung Nova Iska dilakukan pelimpahan tahap II ke Kejari Bengkulu untuk segera disidangkan. Dia dijerat pasal 221 ayat 1 KUHP, tidak dilakukan penahanan karena dinilai cukup kooperatif.(cup)

Berita Lainnya

Laporan Kontraktor Taman Berendo yang Mengaku Diperas Rp 2 Miliar Diterima PTSP Pidsus Kejagung

BENGKULU– Kisruh laporan PT. Karya Duta Mandiri Sejahtera ke Kejaksaan Agung RI terus berlanjut. Informasi ...

error: Content is protected !!