Minggu , 15 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Tidak Bisa Terbitkan Sertifikat

Tidak Bisa Terbitkan Sertifikat

Edy Hermansyah

BENTENG – Lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang seluas 855 hektare diduga telah digarap masyarakat. Tetapi warga penggarap tidak akan bisa menerbitkan sertifikat hak milik atas lahan tersebut.  hal ini diungkapkan oleh Sekda Bengkulu Tengah, Edy Hermansyah, Ph.D

“Sudah terdaftar di Badan Pertanahan nasional (BPN) atas nama Lahan Tahura, bukan atas nama pribadi,” terang Edy.

Dijelaskannya, lahan Tahura sudah dipersiapkan untuk lokasi wisata alam dan juga pusat penelitian. Karena, sebelumnya, dalam Tahura juga sudah terdapat aset milik Universitas Bengkulu (Unib) baik itu berupa gedung dan juga lahan penelitian. Selain itu, dalam Tahura juga menjadi lokasi pembibitan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.

Saat ini, untuk lokasi wisata sudah dibangun beberapa sarana umum, dan akan terus dilanjutkan kembali sampai semuanya siap. Karena, fokus Pemkab Bengkulu Tengah dengan dukungan dari Unib akan menjadikan Tahura sebagai lokasi dengan wisata alamnya dan juga sebagai sarana penunjang pendidikan terutama menyangkut penelitian dari mahasiswa Unib.

Dukungan juga disampaikan Kades Tanjung Terdana, Haluan Muslimin. Dikatakannya, para penggarap lahan di lokasi Tahura memang bukan dari warganya. Melainkan dari warga luar desa. Penggarapan lahan sudah berlangsung cukup lama, bahkan tanaman seperti kelapa sawit juga telah menghasilkan.

Haulan berharap, Pemkab Bengkulu Tengah serius untuk membenahi Tahura. Karena, aset tersebut jika terus dibiarkan terbengkalai lama-lama luas lahan akan terus berkurang karena digarap warga. “Kembalikan Tahura seperti rencana lama yakni sebagai pusat penelitian dan juga kawasan hutan lindung di dekat pemukiman,” demikian Haluan.(vla)

Berita Lainnya

DAK Pasar Meningkat, Utamakan Pasar Harian

BENTENG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Kabupaten Bengkulu ...

error: Content is protected !!