Senin , 20 Januari 2020
Home / Pemilu / 27 November, Badan Pengawas Pemilu Mulai Buka Pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan

27 November, Badan Pengawas Pemilu Mulai Buka Pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan

BENGKULU- Badan Pengawas Pemilu Kota Bengkulu akan menerima berkas pendaftaran anggota panitia pengawas kecamatan pemilihan gubernur 2020 mendatang.  Rencananya mulai dibuka 27 November hingga 3 Desember 2019.

‘’Setelah sudah kita umumkan sosialisasi tahapan persyaratan pendaftaran panitia pengawas kecamatan beberapa waktu lalu. Jadi bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota panitia pengawas kecamatan silakan mendaftar saat pendaftaran dibuka nanti,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Bengkulu, Rayendra Pirasad.

Untuk persyaratan pendaftaran panitia pengawas kecamatan, sambung Rayendra, minimal berusia 25 tahun berkewarga negaraan Indonesia, serta tidak pernah bergabung dalam partai politik atau tim kampanye calon.

Kemudian dalam proses perekrutan calon panitia pengawas kecamatan tersebut, pihaknya melakukan perpanjangan waktu akan dilakukan 6 hingga 10 Desember. Kemudian penelitian administrasi berkas pendafataran masa perpanjangan pendfaftaran dilakukan pada 6 hingga 11 Desember 2019.

Sedangkan untuk pengumuman hasil penelitian administrasi sendiri dilakukan pada 12 Desember 2019. Tahapan selanjutnya, berupa tanggapan dan masukan dari masyarakat digelar pada 12 hingga 15 desember, kemudian tes tertulis dan tes wawancara dilakukan pada 13 hingga 17 Desember 2019.

“Dan pengumuman hasil tes dilakukan 18 Desember 2019.
Usai pengumunan hasil tes wawancara, terakhir yakni proses pelantikan panitia pengawas kecamatan yang akan digelar pada 20-21 Desember 2019. Dan masa kerjanya itu lebih kurang 12 bulan,” beber Rayendra.

Selain itu lanjut Rayendra, jumlah anggota panitia pengawas kecamatan di masing-masing kecamatan berjumlah tiga orang, sama seperti saat Pemilu lalu. panitia pengawas kecamatan juga berperan mengawasi tahapan pelaksanaan Pilkada serentak yang dilakukan oleh KPU.

‘’Harapan kita panwascam yang terbentuk nanti bisa bekerja dengan profesional dan tetap menjunjung integeritas dalam hal mengawasi segala tahapan pilkada,” jelasnya.(new)

Berita Lainnya

Dorong Penggunaan Digitalisasi

JAKARTA – DPR RI mendukung pemanfaatan penggunaan teknologi dalam pesta demokrasi. Hal ini diharapkan bisa ...